Zakat Syariat dan Zakat Tarekat Menurut Syaikh Abdul Qadir Jailani

Zakat syariat dan zakat tarekat menurut Syaikh Abdul Qadir Jailani
Menurut bahasa, zakat dapat diartikan sebagai keberkahan, pertumbuhan, kejernihan, kesucian, pujian, dan kebaikan. Foto dari Freepik.com.

Pada postingan sebelumnya telah dibahas tentang puasa syariat dan puasa tarekat menurut Syaikh Abdul Qadir Jailani, seorang ulama tarekat yang hidup pada rentang 1077-1166 M. Beliau juga menjelaskan tentang apa itu zakat syariat dan zakat tarekat.

Zakat syariat adalah memberikan hasil usaha dunia kepada orang-orang yang berhak menerimanya pada waktu-waktu tertentu setahun sekali dengan takaran tertentu. Sedangkan zakat tarekat adalah memberikan seluruh hasil usaha akhirat di jalan Allah kepada orang-orang miskin agama dan akhirat.

Menurut bahasa, zakat dapat diartikan sebagai keberkahan, pertumbuhan, kejernihan, kesucian, pujian, dan kebaikan. Secara syariat, menurut At-Tamrtasyi, zakat berarti pemilikan sebagian harta yang ditentukan Allah kepada orang Islam yang miskin yang bukan keturunan Hasyim disertai pemutusan hak guna terhadap harta tersebut dari pemilik awalnya dalam aspek apa pun karena Allah.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah suatu kaum mengingkari janji, melainkan akan menyebar kematian di antara mereka. Tidaklah mereka enggan membayar zakat, melainkan Allah akan menghentikan turunnya hujan untuk mereka. Tidaklah mereka berlaku curang dalam timbangan, melainkan Allah akan menahan tumbuhnya tanaman dan memberikan kemarau panjang, sehingga mereka menderita kekeringan dan ketandusan.”

Zakat dapat dikatakan juga sebagai sedekah atau shadaqah. Zakat disebut shadaqah karena shadaqah itu akan sampai kepada Allah (diterima oleh Allah) sebelum sampai ke tangan yang berhak menerimanya. Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 60:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, panitia zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana.”

Nah, bagaimana dengan zakat tarekat? Zakat tarekat itu abadi, yaitu seseorang memberikan pahala usaha akhiratnya, seperti pahala salat, zakat, puasa, haji, tasbih, tahlil, membaca Al-Quran, kedermawanan, dan kebaikan-kebaikan lain, kepada para pelaku maksiat demi keridhaan Allah. Tujuannya adalah dengan zakat yang diberikannya maka Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka, sehingga pahala kebaikan-kebaikannya itu tidak tersisa sedikit pun untuk dirinya sendiri dan dia menjadi bangkrut, karena Allah mencintai kedermawanan dan kebangkrutan.

Baca Juga: Puasa Syariat dan Puasa Tarekat Menurut Syaikh Abdul Qadir Jailani

Seorang hamba sahaya beserta apa pun yang ada padanya adalah milik Tuannya. Oleh karena itu, pada hari kiamat kelak, Allah akan melipatgandakan baginya sepuluh kali lipat untuk tiap-tiap kebaikan yang dilakukannya. Allah berfirman yang artinya: “Orang yang melakukan kebaikan, baginya balasan sepuluh kali lipat kebaikannya.” (Surat Al-An’am ayat 160)

Zakat bertujuan untuk membersihkan hati dari sifat ego. Allah berfirman: “Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah, maka Allah akan menggandakan pembayaran kepadanya berlipat-lipat kali.” (Surat Al-Baqarah ayat 245)

Dalam ayat tersebut, yang dimaksud dengan memberi pinjaman adalah memberikan semua kebaikan yang dimilikinya di jalan Allah sebagai kebaikan kepada ciptaan-Nya demi Wajah-Nya Yang Maha Mulia dan belas kasih-Nya tanpa menyebut-nyebut pemberian tersebut dan tanpa mengharapkan gantinya di dunia ini.

Kenapa demikian? Karena itulah yang dinamakan dengan bagian nafkah di jalan Allah baik itu berupa zakat syariat dan zakat tarekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *