Torpedo U-235 – Menyelam Lebih Dalam untuk Bertahan

Torpedo U-235

Ini adalah kisah lain dari Perang Dunia II yang melibatkan Nazi. Sebuah kapal selam Jerman bernama Torpedo U-235 dicuri oleh sekelompok militan asal Belgia yang dipimpin oleh Stan (Koen De Bouw).

Aksi Stan dan kawan-kawan telah menyulitkan tentara Nazi. Dalam sebuah aksi pembantaian, Stan dan gengnya pura-pura mati tergantung di sebuah markas kecil milik Nazi. Pada pagi yang cerah, di saat tentara Nazi berkumpul, geng Stan mengarahkan senjata mereka dan menembak secara membabi buta. Semua tentara Nazi mati kecuali seorang perwira yang akan dijadikan sumber informasi.

Stan memiliki dendam dan luka lama kepada tentara Nazi. Istri dan anaknya yang masih bayi dibunuh secara keji oleh tentara Nazi. Dia menyimpan rahasia ini kepada putrinya, Nadine (Ella-June Henrard) yang ikut bergabung bersama tentara militannya.

Sebuah informasi begitu berharga pada masa perang. Perwira Nazi yang ditangkap lebih memilih menutup mulutnya dengan erat. Tidak ada informasi yang berhasil diterima oleh Stan. Dia kehilangan kesabarannya dan melemparkan granat nenas sehingga menghancurkan kepala si perwira Nazi yang malang itu.

Tindakan ini membuat berang utusan tentara sekutu yang ingin membawa si perwira Nazi ke markas mereka. Barangkali mereka memiliki cara tersendiri untuk membuka mulut-mulut yang bungkam. Tapi apa boleh buat? Kebencian yang mendarah daging di tubuh Stan terhadap Nazi lebih besar daripada harus menyerahkan sampah itu kepada sekutu.

Baca Juga: The Painted Bird (2019) – Kisah Tragedi Seorang Bocah Yahudi

Karena tak berhasil membawa si perwira Nazi itu, utusan ini malah menawarkan misi lain yang bayarannya lebih besar tapi nyawa sebagai taruhannya. Bisa dikatakan itu adalah misi bunuh diri yang tak mungkin dituntaskan. Tapi bagi Stan dan gengnya, membuat Nazi sengsara adalah pekerjaan yang disenangi.

Sebuah kapal selam milik Nazi, Torpedo U-235 dicuri di perairan Afrika. Kapal selam beserta kaptennya, Franz Jager (Thure Riefenstein) dibajak oleh komplotan Stan. Torpedo U-235 berada di bawah kendali Stan yang harus mengirimkan uranium kepada Amerika Serikat. Misi bunuh diri ini ditegaskan kembali oleh Franz Jager akan sulit dilaksanakan. Dia tahu kekuatan Jerman di laut dan tidak akan membiarkan Torpedo U-235 sampai ke bibir pantai Amerika Serikat. Tapi Stan tak ingin mengunyah omong Franz Jager. Di bawah ancaman mematikan, Franz Jager dituntut untuk mengajari seluruh seluk beluk kapal selam itu kepada komplotan Stan dalam waktu yang singkat!

Tidak ada pilihan lain bagi Franz Jager. Dia meragukan para geng Stan ini karena tak ada satu pun dari mereka yang mengetahui dasar-dasar kapal selam. Tapi dugaan Jager ternyata salah. Dengan kru seadanya dan dengan disiplin yang ketat, kapal selama Torpedo U-235 berhasil menyelam dengan buru-buru saat kapal itu kepergok oleh armada laut Jerman.

Di sinilah film Torpedo U-235 dimulai ketegangannya dan mulai asyik untuk dinikmati. Rentetan kejadian dalam film menggambarkan bagaimana tentara Nazi berusaha untuk menyergap Torpedo U-235 untuk tiba di Amerika Serikat. Pesawat mengintai Nazi berhasil mengetahui lokasi Stan karena kesalahan sepele yang dilakukan anak buahnya saat tidak bisa membedakan keran untuk air di toilet. Karena salah putar, keran tersebut justru menyebabkan bocornya gas sehingga membuat kapal selam harus menyembul dari dasar laut.

Saat kapal selam berada di atas laut, ia hanya seonggok besi yang tak berdaya. Keberadaan Torpedo U-235 itu pun diketahui oleh Nazi. Dengan kecerdasan Stan, pesawat pengintai Nazi berhasil dilumpuhkan berkat bantuan sang kapten, Franz Jager. Setelah itu, hubungan Stan dan Franz Jager menjadi lebih hangat. Dia mulai menerima si tentara Nazi itu dengan melepaskan borgol yang mengekangnya.

Selanjutnya Franz Jager memang lebih banyak membantu Stan dan secara tidak langsung telah mengkhianati Nazi. Ternyata Jager memiliki perasaan tidak suka kepada Nazi. Dia pernah melihat bagaimana kejinya tentara Nazi saat membantai orang Yahudi.

Torpedo U-235
Nadine terjebak di kapal selam. Kredit IMDB.com.

Satu per satu anak buah Stan tewas dengan berbagai cara. Ada yang tewas karena kecerobohan mereka, ada juga yang tewas ditembak oleh Nazi itu sendiri. Satu per satu peristiwa membahayakan nyawa itu dilalui oleh Stan karena faktor keberuntungan. Sulit dipercaya, Torpedo U-235 yang mesinnya telah hancur porak-poranda bahkan tenggelam ke dasar laut, masih bisa difungsikan. Tumbal demi tumbal pun berjatuhan, termasuk Stan dan Franz Jager.

Stan harus kehabisan darah dan nafas saat menyelamatkan Nadine, putri tercintanya yang terjebak di sebuah ruangan kapal selam. Sedangkan Franz Jager memilih untuk mengorbankan nyawanya ketika menghidupkan kembali Torpedo U-235.

15 Agustus 1945, tentara Jepang menyerah kepada sekutu karena beberapa hari sebelumnya, Hiroshima hancur porak poranda karena bom atom. Dunia pun terpukau oleh kehebatan Amerika Serikat tersebut. Namun, dunia tampaknya tak mengetahui bagaimana perjuangan Stan dan gengnya dalam meloloskan uranium dari kejaran tentara Jerman. Uranium itulah yang membuat Amerika Serikat beradidaya.

Info lengkap film dapat dilihat di IMDB.

Follow me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *