Takaran Zakat Fitrah dan Cara Membayar Zakat Fitrah

Takaran zakat fitrah dengan beras
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa dan dibayarkan pada bulan Ramadan hingga menjelang salat sunat Idul Fitri. Foto dari Freepik.com.

Zakat fitrah wajib dibayarkan setahun sekali oleh setiap umat Islam di bulan Ramadan. Adapun takaran zakat fitrah agak berbeda sedikit di antara beberapa wilayah, takaran tersebut tidak berada di bawah minimal yang ditentukan. Batas waktu pembayaran zakat fitrah adalah sebelum dimulainya salat Idul Fitri. Hukum zakat fitrah adalah wajib. Jadi sangat berdosa jika seorang Muslim tidak menunaikan zakat fitrahnya.

Apa itu zakat fitrah? Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa dan dibayarkan pada bulan Ramadan hingga menjelang salat sunat Idul Fitri.

Dalam sebuah riwayat, Umar pernah berkata: “Rasulullah mewajibkan zakat fitrah dengan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum kepada umat Islam, baik itu seorang hamba maupun seorang yang merdeka, baik laki-laki atau perempuan, anak-anak maupun orang dewasa. Rasulullah memerintahkan untuk ditunaikan sebelum berangkat salat Idul Fitri.” (HR Bukhari Muslim)

Dari hadis di atas menunjukkan bahwa zakat fitrah wajib dibayarkan oleh setiap individu Muslim tanpa terkecuali dengan ukuran satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum. Nah, bagaimana dengan zakat fitrah di Indonesia? Jika merujuk kepada SK Baznas Nomor 27 tahun 2020, untuk wilayah Jabodetabek ditetapkan takaran beras sebesar 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Sedangkan dalam bentuk uang ditetapkan sebesar Rp. 40.000 per jiwa.

Berapa Takaran Zakat Fitrah dengan Beras?

Sedangkan di Aceh, zakat fitrah wajib dikeluarkan dengan beras sesuai dengan Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Nomor 13 Tahun 2014 tentang zakat fitrah dan ketentuan-ketentuannya. Nah, berapa takaran zakat fitrah yang harus dikeluarkan oleh umat Islam per jiwanya? Simak tabel berikut ini.

Jumlah JiwaUkuran KgUkuran Bambu
1 orang2,8 kg1 bambu setengah + 3 genggam
2 orang5,6 kg3 bambu + 6 genggam
3 orang8,4 kg4 bambu setengah + 9 genggam
4 orang11,2 kg6 bambu + 12 genggam
5 orang14 kg7 bambu setengah + 15 genggam
6 orang16,8 kg9 bambu + 18 genggam
7 orang19,6 kg10 bambu setengah + 21 genggam
8 orang22,4 kg12 bambu + 24 genggam
9 orang25,2 kg13 bambu setengah + 27 genggam
10 orang28 kg15 bambu + 30 genggam
Takaran zakat fitrah dengan beras di Aceh

Di Aceh, alat takaran untuk menghitung beras juga digunakan bambu (are) yang setara dengan 1,5 kg. Jadi jika dikatakan 1 bambu atau 1 are itu sama dengan 1,5 kg.

Cara Membayar Zakat Fitrah dengan Beras

Zakat fitrah dibayarkan selama bulan Ramadan dan sebelum menunaikan salat Idul Fitri. Nabi pernah bersabda: “Barang siapa yang menunaikan zakat fitrah sebelum salat Idul Fitri, maka zakatnya diterima. Dan barang siapa yang menunaikan zakat fitrah setelah salat Idul Fitri, maka itu hanya dianggap sebagai sedekah.” (HR Abu Daud).

Baca Juga: Zakat Syariat dan Zakat Tarekat

Di setiap kampung telah dibentuk panitia atau amil zakat. Anda bisa menunaikan zakat fitrah di mana saja Anda berada. Serahkan atau percayakan zakat fitrah Anda kepada amil zakat tersebut seraya berniat:

“Saya berniat mengeluarkan zakat atas diri saya sendiri beserta tanggungan yang saya nafkahi fardhu karena Allah Ta’ala.”

Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Adapun orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah antara lain sebagai berikut:

  1. Orang-orang fakir
  2. Orang-orang miskin
  3. Amil zakat (panitia zakat)
  4. Para muallaf yang dibujuk hatinya
  5. Para budak hamba sahaya
  6. Para musafir yang melakukan perjalanan jauh
  7. Orang-orang yang memiliki hutang
  8. Orang-orang yang menuntut atau berjihad di jalan Allah

Demikianlah tentang takaran zakat fitrah, cara membayar zakat fitrah, dan orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah. Jika ada kesalahan dalam postingan ini, saya sebagai hamba yang lemah mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan postingan ini.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *