Setelah Positif Corona di Lhokseumawe

Corona di Lhokseumawe

Ada Corona di Lhokseumawe! Hari ini Kamis, tanggal 26 Maret 2020 di Lhokseumawe khususnya dan di Aceh pada umumnya dihebohkan tentang hasil lab terhadap PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Corona. Beberapa hari sebelumnya, seorang PDP Corona telah meninggal dunia (tanggal 23 Maret 2020). Pasien itu terindikasi Corona atau COVID-19 karena mengalami gejala-gejala sesak nafas dan batuk-batuk. Beliau memang baru saja pulang dari Surabaya dan Bogor dan sempat dirawat di RS Arun.

Kita patut cemas dan waspada. Virus kecil tak terlihat itu sangat cepat penyebarannya. Bulan lalu, virus itu telah menghancurkan Eropa. Bulan sebelumnya juga telah membuat Cina kocar-kacir. Sekarang dia telah tiba di tanah air kita. Sampai catatan ini saya tulis, sebanyak 893 orang terkonfirmasi positif Corona di Indonesia dan 78 pasien telah meninggal, hanya 35 orang dinyatakan sembuh. Secara global, Corona telah menyerang secara positif sebanyak 427.790 orang dan 21.313 orang meninggal dunia, dan hanya 114.911 yang telah sembuh.

Mengenai pasien PDP positif Corona yang telah meninggal di Aceh, tidak bisa kita bayangkan bagaimana penelusuran jejak sang pasien jika virus telah menyebar tanpa disadari. Seandainya virus telah menginfeksi orang yang berhubungan dengan sang almarhum, dan orang tersebut tanpa mengetahui dia “menanam” virus di dalamnya, mata rantai penyebaran akan terus berlanjut. Inilah yang membuat kita cemas. Saya tidak tahu sejauhmana proses isolasi orang-orang yang berhubungan dengan almarhum berlangsung.

Social Distancing Tanpa Lockdown Corona di Lhokseumawe

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus adalah dengan social distancing. Jaga jarak dan tetap di rumah sebagaimana yang dikampanyekan selama ini adalah hal yang benar. Pemerintah pusat berkali-kali menegaskan tidak akan melakukan isolasi wilayah atau lockdown karena pertimbangan ekonomi negara. Meskipun banyak pihak mengecam sikap ini, kita pun tidak tahu harus bilang apa.

Berdiam diri di rumah selama masa darurat setidaknya menjaga diri kita dan keluarga dari ancaman Corona. Namun, tetap saja ada sebagian masyarakat yang bandel dan tidak patuh terhadap himbauan agar tetap di rumah. Keluar dari rumah tanpa alasan adalah sikap egois.

Baca Juga: Corona di Indonesia, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Selain itu, pemerintah juga perlu menjamin kecukupan bahan pokok makanan di pasaran. Di Aceh, dalam beberapa minggu terakhir harga gula pasir melonjak drastis. Kini harganya bahkan mencapai dua kali lipat dari harga normal. Apalagi dalam sebulan ke depan, kita akan menghadapi bulan suci Ramadhan. Tentu bahan pokok makanan akan semakin kita butuhkan. Jika harga bahan pokok makanan ini di luar kendali, kasihan sekali orang-orang yang berada pada kelas ekonomi ke bawah.

Dalam menghadapi darurat wabah Corona, pemerintah daerah harus bijak dalam mengambil keputusan tanpa melukai rakyat kecil. Kenapa demikian? Masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau masyarakat miskin menjadi kelompok rentan saat wabah ini benar-benar menimpa kita. Dalam hal ini, pemerintah daerah harus siap untuk memberi suplai makanan yang cukup kepada kelompok rentan ini.

Belum lagi bagaimana cara pemerintah daerah menangani jalur lalu lintas karena kita tahu Lhokseumawe merupakan wilayah transisi. Wilayah ini menjadi jalur penghubung antara Medan dan Banda Aceh. Menjaga perbatasan wilayah dari penyebaran virus ini juga harus dilakukan dengan bijak. Semua masalah-masalah tersebut memang harus dijalankan secara tegas dan keras. Satpol PP, polisi, maupun tentara mutlak diperlukan agar penanganan darurat Corona bisa berjalan dengan baik.

Sebuah Harapan

Saya menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah agar mampu mengeluarkan kebijakan tepat dalam menghadapi darurat Corona. Sebagai masyarakat Lhokseumawe, saya juga akan patuh terhadap kebijakan yang dikeluarkan. Sampai saat ini, saya masih mengisolasi diri di rumah sampai batas yang ditentukan oleh pemerintah. Saya hanya keluar dari rumah untuk berbelanja dan membeli kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sampai hari ini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang bahan pokok makanan yang masih bisa ditemukan di Pasar Inpres maupun Pasar Kota Lhokseumawe. Semua bahan pokok makanan masih cukup tersedia. Jadi tidak perlu menimbun sembako dan lainnya. Belilah seperlunya dan secukupnya.

Sebagai masyarakat biasa tak ada yang bisa kita lakukan kecuali mematuhi anjuran agar tidak berkumpul di keramaian, tetap di rumah, menjaga kebersihan, dan berdoa. Janganlah menganggap remeh virus kecil tak terlihat ini. Ikhtiar dan bedoa adalah pilihan bijak serta cerdas dalam menyaring informasi seputar wabah Corona. Demikian.

Follow me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *