Salah satu adegan film Serious Men

Serious Men dan Moralitas yang Akan Diuji

Serious Men adalah film humor satire yang sebagian kisahnya adalah kenyataan yang dialami oleh masyarakat India kelas menengah. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Manu Joseph berkisah tentang seorang ayah yang ingin menjadikan anaknya seperti Albert Einstein.

Adalah Ayyan Mani (Nawazuddin Siddiqui) yang berhasil memerankan seorang ayah dalam sebuah komunitas masyarakat kelas menengah. Ayyan Mani bekerja sebagai asisten Dr. Arvind Acharya (Nassar) yang memimpin proyek untuk melacak keberadaan alien. Banyak kalangan menilai bahwa proyek ini tidak masuk akal. Beberapa kolega Dr. Arvind Acharya pernah memperingatkannya. Namun, jabatan guru besar dan ilmuwan yang dihormati menjadi taruhannya. Ia tidak mungkin mundur dari proyek yang telah disetujui oleh beberapa kementerian terkait. Jika dia gagal, akan dibawa ke mana mukanya ini.

Setiap hari Ayyan Mani harus berhadapan dengan Dr. Arvind yang kerap menyepelekan dirinya. Dari situlah Ayyan Mani bertekad untuk memiliki seorang anak yang cerdas dan memiliki IQ yang tinggi. Ekspektasinya hampir terwujud ketika Oja Mani (Indira Tiwari) melahirkan seorang putra bagi kehidupan mereka.

Keluarga itu menamakan anak mereka dengan Adi Mani (Aakshath Das). Layaknya sebuah barang berharga, Adi Mani selalu berada dalam pengawasan sang ayah. Dia menghabiskan masa kecilnya dengan menghafal pelajaran sains yang telah disiapkan oleh ayahnya.

Baca Juga: Agatha Christie dan Kutukan Ishtar

Seakan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Adi Mani adalah anak jenius, sang ayah tak henti-hentinya mempromosikan kecerdasan sang anak. Popularitas Adi Mani pun menanjak berkat cerita-cerita yang terlalu didramatisir.

Kepopuleran Adi Mani bahkan mengalahkan Anuja Dhavre (Shweta Basu Prasad), seorang politisi yang ingin menjadi anggota dewan. Untuk menarik suara dan juga melanggengkan bisnis ayahnya, Anuja memanfaatkan kepopuleran Adi Mani.

Ayyan Mani girang bukan kepalang. Dia seakan-akan berada di atas angin. Kepopuleran anaknya diyakini akan mampu meningkatkan taraf kehidupan keluarga mereka.

Tapi kesenangan itu hanya bersifat sementara. Kecerdasan Adi Mani hanyalah tipuan belaka. Nilai-nilai tinggi yang diperoleh oleh Adi Mani di sekolah tak lepas perbuatan curang sang ayah yang selalu membeli soal-soal ujian. Pidato-pidato Adi Mani tentang sains tidak keluar secara spontan dari seorang bocah berusia 12 tahun. Itu semua adalah catatan yang ditulis oleh Ayyan untuk dihafalkan.

Karir dan kehidupan Ayyan Mani berada di ambang kehancuran. Satu per satu orang dekatnya telah mengetahui tipuannya. Dia juga harus menghadapi kenyataan melihat anaknya begitu tertekan. Semua rahasia yang bertahun-tahun mereka simpan akhirnya tersibak.

Moralitas Ayyan kali ini sedang diuji. Dia kerap menyalahkan orang lain dengan dalih moralitas. Padahal apa yang dilakukannya saat ini telah merusak moralitas itu sendiri.

Lagi-lagi Ayyan Mani akan melakukan usaha apa pun untuk menyelamatkan anaknya. Dia tidak ingin rahasia tersebut dibongkar oleh orang yang pernah dijatuhkannya, yaitu Dr. Arvind. Dia memohon kepada mantan atasannya itu untuk memulihkan kembali harga dirinya dan si anak cerdas itu. Sebagai balasannya, dia akan berusaha untuk mengembalikan Dr. Arvind pada jabatannya.

Film Serious Men mengajak kita untuk merenungkan pentingnya sebuah moralitas dan harga diri. Untuk mencapai suatu tujuan yang baik, tak perlu menempuh jalan yang celaka. Jika kita tak mampu menempuh jalan itu, akhirnya kita pula yang celaka. Itulah yang terjadi pada Ayyan Mani.

Tapi beruntung! Masih ada orang-orang yang berbaik hati untuk menolong keluarga Ayyan Mani. Meskipun harapannya tak pernah terwujud, Ayyan Mani semestinya bersyukur Adi Mani cepat pulih dari luka psikologis yang sempat menganga begitu besarnya.

Tinggalkan Balasan