Resensi Novel Lapar Karya Knut Hamsun

Resensi Novel Lapar Karya Knut Hamsun

Resensi novel yang berjudul Lapar karya Knut Hamsun mengisahkan tentang seorang penulis yang miskin, kelaparan, setengah gelandangan dan kondisi fisik yang semakin memprihatinkan.

Sang lelaki ini saban hari menguras otaknya untuk menemukan ide dan inspirasi yang akan dituangkannya dalam tulisan-tulisannya. Dengan tulisan tersebut dia akan mendapatkan sedikit honor atau uang untuk melawan rasa lapar. Tapi rasa lapar terus menghantuinya yang menyebabkan dirinya mati ide bahkan tidak bisa melahirkan karya-karyanya.

Dalam resensi novel berjudul Lapar ini akan Anda temukan beberapa informasi tentang data buku seperti di atas. Novel Lapar ini dapat dianggap sebagai salah satu karya terbesar dari Knut Hamsun, novelis Norwegia yang pernah meraih Nobel Kesusastraan di tahun 1920.

Dalam novel Lapar, Knut Hamsun menceritakan tentang si “aku” yang berusaha melawan rasa lapar dan bertekad untuk mempertahankan nilai-nilai dan prinsip kebenaran yang dianutnya. Meskipun si “aku” hampir mati kelaparan, sedikit pun tidak pernah terlintas di benaknya untuk mencuri atau mengemis hanya untuk mendapatkan makanan. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan uang adalah menulis dan terus menulis. Tapi sayangnya, si “aku” justru terjebak dengan rasa lapar yang tak tertahankan. Akibat rasa lapar yang sungguh hebat, dia pun tidak pernah mampu menyelesaikan karyanya.

Baca Juga: Resensi Don Quijote dari La Mancha Jilid I

Malang sekali si “aku” yang terus mengalami penderitaan hebat. Jika pun si “aku” mendapatkan uang, dia tidak bisa menikmatinya. Perutnya yang terbiasa kelaparan, justru saat makanan enak masuk ke perutnya, makanan tersebut akan keluar kembali melalui mulutnya. Penderitaan yang tidak pernah bisa dibayangkan.

Tentang Knut Hamsun

Knut Hamsun dilahirkan di Gudbransdal yang terletak di Norwegia Tengah pada tanggal 4 Agustus 1859. Ia meninggal dunia di tahun 1952. Ayahnya seorang petani dan kehidupannya sangat sederhana. Selain bertani, ayahnya juga seorang penjahit yang tinggal di daerah pertanian Hamaroy yang bernama Hamsund. Nama inilah yang disandangnya setelah nama kecilnya. Padahal nama aslinya adalah Knut Pedersen, namun lebih dikenal dengan Knut Hamsun.

Ia meraih nobel bidang kesusastraan pada tahun 1920 untuk karyanya yang berjudul Growth of the Soil. Sedangkan karya yang berjudul Sult (Lapar) merupakan salah satu karya terbaiknya yang terbit pertama sekali di tahun 1890. Selain karya-karya tersebut, Knut Hamsun juga melahirkan Pan (1894); Editor Lynge (1893); Victoria (1898) dan Mysteries (1892).

Judul BukuLapar
Judul AsliSult (Hunger)
PengarangKnut Hamsun
PenerjemahMarianne Katoppo
PenerbitYayasan Pustaka Obor Indonesia
TahunNovember 2019
Cetakan3
ISBN978-979-461-850-9
HargaRp. 85.000
Tebal284 halaman

Tinggalkan Balasan