Buku Don Quijote dari La Mancha Jilid 1

Resensi Don Quijote dari La Mancha Jilid I Karya Miguel de Cervantes

Judul BukuDon Quijote dari La Mancha
Judul AsliEl ingenioso hidalgo don quijote de la Mancha
PengarangMiguel de Cervantes
PenerjemahApsanti Djokosujatno
PenerbitYayasan Pustaka Obor Indonesia
TahunJuni 2019
Cetakan1
ISBN978-602-433-766-7
HargaRp. 160.000
Tebal517 halaman

Karya fenomenal Miguel de Cervantes berjudul Don Quijote dari La Mancha diterbitkan pertama sekali pada tahun 1605. Novel ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Di tahun 2002, berabad-abad kemudian, novel ini dinobatkan sebagai “buku yang paling berarti sepanjang masa”. Dan terbukti bahwa buku ini mampu memberikan hiburan bagi pembaca di seluruh dunia.

Don Quijote merupakan salah satu buku sastra yang wajib kamu baca. Buku ini mengisahkan tentang petualangan konyol, dramatis, dan tak masuk akal yang dilakukan oleh seorang hidalgo yang berasal dari La Mancha. Lelaki itu bernama Don Quijote. Ia memiliki imajinasi tingkat tinggi dan wawasan yang luas tentang dunia ksatria petualang. Ksatria petualang ini adalah sosok pembela kebenaran, pelindung para wanita, pengayom orang-orang tertindas, penjaga setia puri-puri, dan pembantai iblis-iblis jahat.

Dalam menjalankan petualangannya, Don Quijote ditemani oleh seorang pengawal setia yang bernama Sancho Panza. Sang pengawal telah bersumpah akan selalu melayani sang Ksatria Berwajah Nestapa, julukan lain bagi Don Quijote. Sancho Panza tidak menyadari bahwa tuannya telah dihantui oleh imajinasi ksatria petualang. Baginya tak penting siapa yang dilayaninya, karena Sancho Panza tergiur dengan hadiah sebuah pulau atau kerajaan kecil yang diiming-imingkan oleh tuannya.

Sebagai seorang ksatria petualang, ia harus memiliki seekor tunggangan yang tangguh. Pilihan Don Quijote jatuh kepada Rocinante, seekor kuda yang sangat kurus dan terlihat menyedihkan. Ia berfantasi bahwa Rocinante adalah seekor kuda jantan yang tangguh dan kuat dalam menghadapi segala medan. Sedangkan pengawalnya, Sancho Panza menunggangi seekor keledai yang sama menyedihkan dengan Rocinante.

Baca Juga: Resensi Buku Dataran Tortilla Karya John Steinbeck

Untuk melengkapi imajinasi Don Quijote, seorang ksatria petualang haruslah memiliki seorang putri idaman yang bernama Dulcinea dari Toboso. Anehnya, ia tidak pernah berbicara, alih-alih bertemu dengan sang putri yang dalam angan-angannya ini sangat cantik. Semua yang dibayangkan oleh Don Quijote itu berasal dari puluhan buku tentang ksatria petualang yang dibacanya.

Kegilaan Don Quijote dimulai saat ia dan Sancho Panza meninggalkan La Mancha untuk bertualang dengan niat membetulkan yang salah dan sebagai pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang tertindas.

Melihat gelagat tak masuk akal dari Don Quijote, seorang pastor kenalan Don Quijote dan tetangganya, seorang tukang cukur berupaya untuk menyelamatkan Don Quijote dari kegilaan yang berlebihan terhadap imajinasinya tentang ksatria petualang.

Buku Don Quijote dari La Mancha mengajak kita untuk merenungkan keputusasaan, mempelajari hikmah kehidupan, dan persoalan cinta yang rumit antara dua manusia. Selain itu, kita akan menertawakan kisah-kisah konyol tak masuk akal yang dilakukan oleh Don Quijote. Jadi pantaslah kalau kita menyebutkan bahwa sang tokoh utama dalam cerita ini adalah orang yang sakit jiwa, seorang hidalgo terhormat yang salah memahami makna dari ksatria petualang akibat buku-buku bacaan yang tak tepat penafsirannya. Di dalam jilid I ini banyak juga ditemukan kisah percintaan yang rumit dan berakhir menjadi sebuah tragedi.

Buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ini secara garis besar dapat memulihkan dahaga bagi para pecinta sastra latin. Walaupun ada beberapa kalimat yang masih membingungkan. Oleh karena itu, buku ini harus dibaca secara perlahan-lahan dan santai. Ada banyak istilah-istilah yang kadang-kadang sulit dipahami. Tapi penerjemah buku telah membantu para pembaca dengan memberikan catatan kaki yang bagus.

Tentang Miguel de Cervantes

Ia lahir di Alcalá de Henares, Spanyol pada tanggal 29 September 1547. Sebagai seorang novelis, penyair, dan dramawan Spanyol, ia justru menjadi terkenal berkat novelnya yang berjudul Don Quijote dari La Mancha. Orang-orang pada masa itu dan bahkan masa kini menganggap bahwa novel itu sebagai novel modern pertama, salah satu karya besar dalam Sastra Barat, dan yang terbesar dalam bahasa Spanyol.

Miguel de Cervantes adalah anak keempat dan putra kedua dari tujuh bersaudara dari Rodrigo de Cervantes dan Leonor de Cortinas. Masa kecil dan masa mudanya tidak tenang, penuh dengan penderitaan dan petualangan.

Setelah belajar di Madrid (1568-1569), di bawah gurunya, Juan Lopez de Hoyos, Cervantes pergi ke Roma untuk melayani Giulio Acquavita. Setibanya di Italia, ia langsung berkenalan dengan sastra Italia.

Tahun 1584, ia menikah dengan Catalina de Salazar y Palacios, yang usianya lebih muda 22 tahun. Tapi 20 tahun kemudian, Cervantes hidup seperti nomaden, bekerja sebagai agen pembelian untuk Armada Spanyol dan pemungut pajak.

Tahun 1585, Cervantes menerbitkan karya besarnya yang pertama, La Galatea, sebuah roman gembala. La Galatea tidak mendapatkan banyak respon pada waktu itu, dan Cervantes tidak pernah menulis kelanjutannya, meskipun ia berkali-kali menjanjikannya. Gagal pada novel pertamanya, ia beralih ke dunia drama, dan berharap untuk memperoleh penghasilan dari drama. Tapi drama-drama yang ditulisnya tak cukup membuat orang-orang bahagia. Selain drama, ia juga menulis puisi Viaje del Parnaso (1614), sebuah alegori yang terdiri dari tinjauan yang agak panjang tentang para penyair pada masanya.

Tahun 1613, Cervantes menerbitkan sebuah kumpulan cerita, Novel-novel Teladan yang sebagian di antaranya sudah pernah ditulis. Secara keseluruhan, novel ini sepadan dengan kemasyhuran Cervantes karena di dalamnya juga terkandung kisah-kisah serupa Don Quijote.

Miguel de Cervantes meninggal di Madrid pada bulan April 1616. []

Tinggalkan Balasan