Perpustakaan Unsyiah Dengan Tiga Rasa: Rasa Ingin Tahu, Rasa Nyaman, dan Rasa Kebersamaan

perpustakaan unsyiah

UPT Perpustakaan Unsyiah telah melayani rakyat Aceh sejak tahun 1970. Sebagai salah satu perpustakaan jantong hatee rakyat Aceh, Perpustakaan Unsyiah terus meningkatkan fasilitas-fasilitas untuk memanjakan para pengunjungnya. Dan alhamdulillah, sampai saat ini minim sekali pengunjung yang merasakan kekecewaan selama berada di sini. Artinya apa? Perpustakaan Unsyiah benar-benar telah memberikan kita tiga rasa, yaitu rasa ingin tahu, rasa nyaman, dan rasa kebersamaan.

Salah satu kelebihan Perpustakaan Unsyiah adalah letaknya yang sangat strategis dan mudah dijangkau. Walaupun fakultas-fakultas di Unsyiah bertebaran di berbagai sudut Darussalam, tapi seakan-akan perpustakaan ini tepat berada di titik tengahnya. Jadi mahasiswa Unsyiah tak perlu ribet untuk menjangkau lokasi ini. Masyarakat umum yang ingin memanfaatkan fasilitas di perpustakaan ini pun tak perlu repot harus berputar-putar, karena perpustakaan ini berada di jalan umum. Mudah dijangkau oleh angkutan umum maupun pribadi.

Tidak hanya itu, jika Anda berada di dalam perpustakaan, Anda seakan-akan berada di rumah sendiri. Halamannya luas dan rapi. Pekarangannya teduh dan sejuk walau matahari terik karena rindangnya pepohonan di seputaran perpustakaan. Di bagian dalam, setiap sudut ruangan tertata rapi dan bersih. Bau ruangannya segar dan tidak apek. Tapi jangan coba-coba tidur di sini, ya! Hehehe…

Nah, yang paling penting adalah fungsi perpustakaan ini sendiri. UPT Perpustakaan Unsyiah memiliki koleksi buku yang lengkap dan memadai. Mahasiswa dan masyarakat dapat memperoleh sumber bacaan dengan akses yang mudah, baik melalui penempatan rak bukunya maupun pencarian digital. Selain itu petugas perpustakaan pun tampak sangat ramah dan siap membantu para pengunjungnya.

perpustakaan unsyiah
Suasana di Perpustakaan Unsyiah. Tangkapan layar diambil dari akun instagram @perpustakaan_unsyiah.

Hanya ada tiga kata yang layak kita tabalkan untuk UPT Perpustakaan Unsyiah ini selain I Love You, yaitu educate, captivate, dan connect. Ketiga kata-kata ini telah menyatu pada Perpustakaan Unsyiah sehingga wajarlah jika perpustakaan ini memperoleh berbagai penghargaan, salah satunya adalah mendapat sertifikasi ISO 270001 dalam Bidang Keamanan Informasi Sistem Perpustakaan.

Rasa Ingin Tahu

Perpustakaan Unsyiah menyimpan segala informasi yang dibutuhkan, baik informasi tentang masa lalu maupun informasi tentang masa depan. Ray Bradbury, seorang penulis Amerika Serikat mengatakan bahwa tanpa perpustakaan kita tidak memiliki apa-apa. Kita tidak akan memiliki masa lalu dan tidak ada masa depan. Nah, Perpustakaan Unsyiah menawarkan kedua-duanya.

Sejujurnya, jika berbicara perpustakaan ingatan saya kembali kepada Jorge Luis Borges. Dia tentu tidak akan menyangka bahwa perpustakaan era modern memberikan kemudahan tanpa batas kepada pengunjungnya. Borges tak akan susah payah untuk mengarahkan para pengunjung menuju rak buku yang diinginkan. Era modern kita hanya butuh sebuah benda dalam genggaman saja, yaitu gadget.

perpustakaan unsyiah
Perpustakaan Unsyiah memberikan kemudahan berbasis digital. Tangkapan layar diambil dari akun instagram @perpustakaan_unsyiah.

UPT Perpustakaan Unsyiah menjawab tantangan globalisasi dengan melayani pengunjung yang ingin mengakses koleksi elektronik. Sudah seharusnya sebuah perpustakaan menjadi tempat bagi orang-orang yang haus akan ilmu pengetahuan. Mereka dapat memanfaatkan perpustakaan untuk menggali sedalam-dalamnya informasi yang dibutuhkan (educate). Untuk itulah Perpustakaan Unsyiah menjalankan salah satu misinya dengan tetap menjaga relevansi koleksi dengan kebutuhan pemustaka.

Rasa Nyaman

Perpustakaan Unsyiah juga menawarkan rasa aman kepada setiap pengunjungnya. Jika Anda berada di dalamnya, Anda akan merasa betah di sini. Suasananya tenang, adem, dan tidak berisik. Kalau ada yang berisik, tentu kita akan minder sendiri. Seperti Cinta yang pernah ditegur oleh Rangga saat berbuat gaduh di pustaka. Jadi, daripada ada yang negur, sebaiknya kita tetap menjaga kenyamanan selama berada di perpustakaan mana pun.

Rasa nyaman dan membuat betah pengunjungnya adalah syarat lain yang harus dimiliki oleh setiap perpustakaan (captivate). Lagi-lagi Jorge Luis Borges saya bawa ke sini. Borges berkata, “Saya selalu membayangkan bahwa surga akan menjadi semacam perpustakaan.”

Apa yang diharapkan oleh Borges tidak lain dan tidak bukan adalah membuat setiap orang merasa betah di perpustakaan. Surga dan perpustakaan bagi Borges adalah dua tempat yang paling nyaman walau berbeda dimensi. Rasa nyaman dan betah dapat digambarkan dengan kondisi dan fasilitas sarana publik yang memadai. Artinya ketersediaan sarana pendukung adalah hal mutlak bagi perpustakaan modern.

Rasa Kebersamaan

R. David Lankes mengemukakan bahwa perpustakaan yang buruk adalah membangun koleksi, perpustakaan yang bagus adalah membangun layanan, perpustakaan yang hebat adalah membangun komunitas.

Sebuah perpustakaan tidak melulu melengkapi koleksi-koleksi buku. Yang tidak kalah penting adalah membangun komunitas untuk menciptakan rasa kebersamaan yang menghubungkan setiap orang (connect). Sebuah perpustakaan harus memiliki ruang diskusi, ruang publik, ruang kreatifitas, cafe, dan lain-lain di mana setiap orang dapat saling terhubung.

Salah satu kegiatan komunitas di Perpustakaan Unsyiah. Tangkapan layar dari akun instagram @perpustakaan_unsyiah.

Nah, pustaka kampus ini menyediakan semua yang dibutuhkan tersebut. Bahkan setiap tahunnya, pustaka ini mengadakan event bertajuk Unsyiah Library Fiesta. Ada beberapa kegiatan yang bisa ditemukan di sini. Untuk Unsyiah Library Fiesta 2020 kegiatan untuk memperkuat komunitas seperti:

  • Shelving buku
  • Debat Bahasa Indonesia
  • Cipta puisi
  • Baca puisi
  • Lomba blog

Nah, artikel yang sedang Anda baca ini adalah salah satu kegiatan lomba blog dalam rangka Unsyiah Library Fiesta 2020 ini.

Semoga artikel ini masuk nominasi, ya…. hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *