Ilustrasi hadits tentang menjaga darah dan harta

Penjelasan Lengkap Hadits Tentang Menjaga Darah dan Harta

Hadits tentang menjaga darah dan harta merupakan hadits kedelapan dari kumpulan hadits arba’in. Hadits ini menjelaskan tentang perintah untuk memerangi (menghalau) manusia yang ingkar kepada Tuhan dan perintah untuk menjaga kehormatan, baik menjaga darah maupun harta mereka.

Hadits tentang menjaga darah dan harta
Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah; mendirikan shalat serta mengeluarkan zakat. Maka apabila mereka mengerjakan yang demikian, terpeliharalah dariku darah dan harta mereka, kecuali menurut hukum Islam dan perhitungan amal mereka terserah pada Allah. Hadits riwayat oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Dalam hadits tersebut, maksud “memerangi manusia” tertuju kepada para penyembah berhala. Jadi tidak termasuk golongan ahlulkitab (Nasrani dan Yahudi), karena perang terhadap mereka menjadi gugur dengan adanya jizyah. Ulama lain mengatakan bahwa penerimaan jizyah dari ahlulkitab terjadi setelah adanya perintah memerangi mereka dulu.

Al-Asqalani telah meriwayatkan beberapa hadits yang membicarakan masalah ini, yang sebagian telah mendapatkan pengurangan dan sebagian mendapat tambahan. Seperti dalam hadits Abu Hurairah. Hanya disingkat pada kalimat laa ilaaha illallah saja. Dan dalam hadits lain terdapat hatta yasyhaduu an laa ilaaha illallah wa anna muhammadan rasuulullah. Dalam hadits Anas, fa idza shallu was taqbaluu wa akaluu dzabiihatanaa.

Qurtubi dan ulama lainnya berkata: “Sabda yang pertama tadi keluar dari mulut Rasul, ketika sedang memerangi para penyembah berhala yang tidak mengakui keesaan Tuhan. Sabda yang kedua diucapkan kepada ahlulkitab yang mengakui keesaan Tuhan namun tidak mengakui nubuwah Nabi. Dan yang ketiga sabda Rasul untuk mereka yang telah masuk Islam, mengakui keesaan Tuhan dan nubuwah Nabi, tetapi tidak melaksanakan ketaatan, maka hukum bagi mereka ini juga harus diperangi hingga tunduk dan patuh melaksanakan syariat Islam. Karena itulah sabda Beliau yang pertama hanya menyebutkan kalimat laa ilaaha illallaah saja, tanpa menyebutkan risalah.”

Keutamaan kalimat laa ilaaha illallaah

Allah telah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk mempercayai dan mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah, sebagaimana firman Allah dalam surat Muhammad ayat 19 yang artinya: “Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah”. Dalam firman Allah yang lain di surat ash-Shaffat ayat 35 yang artinya: “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka laa ilaaha illallaah, mereka menyombongkan diri.” Allah sangat mencela kaum musyrikin seperti ini.

Dalam hadits Usman, ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah bersabda: Aku tahu satu kalimat yang tidaklah ia diucapkan oleh seorang secara benar dari dalam qalbunya kecuali ia akan diharamkan oleh Allah dari api neraka.” Lalu sahabat Umar berkata: “Aku akan memberitahukan kepada kalian kalimat apa itu. Itulah kalimat ikhlas yang ditetapi oleh Muhammad dan para sahabatnya.”

Sahl Attusturi berkata: “Tidak ada pahala bagi orang yang mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah itu, melainkan memandang wajah Allah, sedangkan surga itu adalah pahala amal.”

Konon, apabila kalimat itu diucapkan oleh orang kafir, maka akan sirnalah segala kekufurannya. Dan menetaplah cahaya tauhid itu di dalam qalbunya. Dan apabila kalimat itu diucapkan oleh seorang mukmin, setiap hari seribu kali, maka dalam setiap kalinya ia menghapus dari dalam qalbunya sesuatu yang belum dihapus pada kali pertama. Dan kalimat ini merupakan zikir yang paling utama.

Dari sahabat Ibnu Abbas, ia berkata: Allah membuka pintu-pintu surga, kemudian berseru penyeru dari bawah Arsy, “Wahai surga, engkau dan seluruh kenikmatan yang ada padamu, untuk siapa?” Surga menjawab: “Kami adalah untuk ahli laa ilaaha illallaah, kami hanya menuntut ahli laa ilaaha illallaah, yang memasuki kami hanya ahli laa ilaaha illallaah, dan haram bagi orang yang tidak mengucapkan laa ilaaha illallaah.” Pada saat itu neraka dan seluruh azab yang ada di dalamnya berkata: “Tidak akan memasuki aku kecuali orang yang mengingkari kalimat laa ilaaha illallaah; aku tidak menuntut kecuali terhadap orang yang mendustakan kalimat laa ilaaha illalaah; aku haram bagi orang yang mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah; tidak akan memenuhi aku kecuali orang yang menentang kalimat laa ilaaha illallaah; kejengkelanku dan kedahsyatanku hanyalah untuk orang yang mengingkari kalimat laa ilaaha illallaah.”

Kemudian Ibnu Abbas melanjutkan: “Maka datanglah rahmat dan ampunan Allah seraya berkata, “Aku adalah untuk ahli laa ilaaha illallaah; aku penolong orang yang mengucapkan laa ilaaha illalaah; aku cinta kepada orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah; surga mubah bagi orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah; neraka haram bagi orang yang mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah: ampunan dari setiap dosa adalah hanya ahli laa ilaaha illallaah; rahmat dan ampunan tidak tertutup dari ahli laa ilaaha illallaah.”

Dalam atsar disebutkan bahwa apabila seseorang hamba mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah, Allah akan memberikan pahala kepadanya sebanyak bilangan orang-orang kafir laki-laki dan perempuan. Konon sebabnya adalah bahwa ketika ia mengucapkan kalimat tersebut, seolah-olah ia telah membantah setiap orang kafir laki-laki dan perempuan, maka tidak aneh ia pantas mendapatkan pahala sebanyak bilangan mereka.

Kisah raja sombong

Albaihaqi meriwayatkan dari Bakar ibn Abdullah Almazani bahwa konon ada seorang raja yang sangat sombong kepada Tuhannya. Kemudian kaumnya melakukan pemberontakan terhadapnya. Dan mereka berhasil menangkapnya hidup-hidup. Kemudian mereka berunding cara apa sebaiknya yang digunakan untuk membunuh si raja sombong itu.

Baca Juga:

Akhirnya mereka sepakat untuk memasukkan raja itu ke dalam sebuah guci tembaga yang besar dan mengurungnya di dalamnya. Lantas di bawah guci itu mereka nyalakan api. Raja itu memohon kepada sesembahannya satu persatu minta supaya diselamatkan dari siksaan yang menyakitkan itu. Ketika dirasanya tidak ada satu pun sesembahannya itu menolong melepaskannya, maka ia lalu mengangkat kepalanya ke arah langit sambil berkata: “Laa ilaaha illalaah, tidak ada Tuhan selain Allah.”

Kemudian ia mengiba-iba kepada Allah sambil terus mengucapkan kalimat tauhid tersebut. Maka akhirnya Allah menurunkan hujan dari langit hingga api itu padam. Setelah itu berhembus angin kencang yang menerbangkan guci itu hingga melayang-layang antara langit dan bumi, sedangkan si raja terus mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah. Akirnya guci itu jatuh ke tengah-tengah suatu kaum yang tidak mengenal Allah sama sekali. Mereka lalu mengeluarkan si raja dari dalam guci itu, sedangkan ia terus mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah.

Mereka lalu menanyainya, mengapa ia sampai begitu. Raja itu menceritakan kisahnya dari awal sampai akhir. Setelah mendengar kisah sang raja, kaum itu semuanya akhirnya mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah.

Demikianlah penjelasan hadits tentang menjaga darah dan harta serta perintah untuk menjaga kalimat tauhid. []

Tinggalkan Balasan