Agama adalah nasihat

Penjelasan Lengkap Hadits Agama Itu Adalah Nasihat

Hadits arba’in ketujuh menjelaskan tentang agama itu adalah nasihat. Agama itu mencakup tiga unsur pokok, yaitu Islam, iman, dan ihsan. Betapa pentingnya agama dalam kehidupan masyarakat sehari-hari karena agama dapat menjadi pedoman hidup bagi seseorang. Jadi, agama itu menjadi semacam penunjuk arah dan berguna untuk mengingatkan manusia untuk menjauh dari perbuatan-perbuatan tercela.

Hadits shahih tentang agama itu adalah nasihat berasal dari Abu Ruqayyah Tamim ibn Aus Addari, ia berkata: “Nabi SAW telah bersabda:

Agama adalah nasihat
Agama itu adalah nasihat. Kami bertanya: Untuk siapa wahai Rasul Allah? Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat muslimoin umumnya. Hadits Riwayat Imam Muslim

Terkait dengan hadits tersebut, Asnawi pernah berkata: “Kalau Allah telah menghendaki kebaikan pada seorang hamba-Nya, maka Dia akan mengirimkan kepadanya orang yang akan mengingatkannya jika ia lalai. Dan jika Allah menghendaki keburukan pada seseorang hamba, maka Dia akan mengirimkan teman jahat yang akan melarangnya untuk mendengarkan nasihat.”

Kisah Harun ar-Rashid dan Bahlul al-Majnun

Saat Harun ar-Rashid memegang tampuk kekuasaan, maka ia mengadakan sidang umum untuk orang banyak. Kemudian datanglah seseorang yang bernama Bahlul almajnun seraya berkata: “Wahai amirulmukminin, hari-hati terhadap teman jahat dan bersahabatlah dengan teman-teman yang shaleh. Teman yang shaleh ini akan mengingatkan Tuan dengan akhlaknya yang baik jika ia lalai. Ini akan lebih bermanfaat bagi Tuan dan orang banyak serta lebih besar ganjarannya daripada puasa sunnah, shalat sunnah, membaca al-Quran, dan haji sunnah. Jika seseorang menyampaikan perkataan tidak baik kepada sultan, lalu sultan mengerjakannya, maka akan meratalah kerusakan di muka bumi ini.”

Lalu Harun ar-Rashid berkata, “Tambahlah nasihatmu!”

Bahlul menjawab, “Wahai amirulmukminin, sesungguhnya Allah telah mendahulukan orang banyak buatmu. Menjadikan perintah Tuan harus ditaati oleh mereka. Itu tidak lain agar Tuan membawa mereka kepada menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Memberikan dari harta ini kepada anak-anak yatim, janda-janda, orang tua yang tidak berdaya serta para musafir. Wahai amirulmukminin, fulan ibn fulan telah memberitahukan kepada saya, dari Rasulullah SAW, bahwa Beliau bersabda yang artinya:

“Jika hari kiamat telah bangkit dan Allah telah mengumpulkan seluruh umat manusia di suatu tanah lapang yang luas, maka datanglah para raja dan para pemimpin suatu kaum. Lalu Allah berfirman kepada mereka: “Bukankah Aku telah memberikan kekuasaan kepada kamu di negeri-Ku dan menjadikan hamba-hamab-Ku patuh kepada kamu, itu bukan kamu mengumpulkan harta dan pasukan, tetapi supaya kamu mengumpulkan mereka agar taat kepada-Ku dan menerapkan pada mereka perintah dan larangan-Ku, memuliakan para wali-Ku dan menghinakan para musuh-Ku, serta menolong orang-orang yang teraniaya dari penindasan orang-orang yang zalim.”

Wahai Harun, pikirkanlah! Apa jawaban yang akan Tuan berikan atas semua pertanyaan yang akan diajukan kepada Tuan kelak? Pada saat Tuan hadir dalam keadaan kedua tangan terikat dengan rantai di leher. Neraka Jahannam ada di depan Tuan, dan malaikat Zabaniyah mengelilingi Tuan, sambil menunggu perintah Tuhan.

Harun ar-Rashid menangis. Sebagian orang yang hadir berkata kepada Bahlul, “Anda telah merusak suasana sidang ini!”

Lalu Harun berkata kepada mereka, “Celaka kalian! Orang yang tertipu itu ialah orang yang kalian tipu. Dan orang yang beruntung ialah orang yang jauh dari kalian!”

Bahlul pergi meninggalkan tempat tersebut.

Hikmah dalam agama itu nasihat

Dahulu Rasulullah sering memberikan nasihat kepada para sahabat Beliau. Di antara nasihat-nasihat tersebut seperti dalam riwayat Anas, katanya: “Rasulul SAW telah memberikan nasihat kepadaku, Baginda bersabda kepadaku, “Sempurnakanlah wudhu maka itu akan menambah umurmu; berilah salam kepada orang yang engkau jumpai maka akan menjadi banyaklah kebaikanmu; jika engkau masuk ke rumahmu, maka ucapkanlah salam kepada keluargamu, maka akan menjadi banyaklah kebaikan rumahmu; kerjakan shalat dhuha karena ia melupakan shalat orang-orang awwab sebelummu; serta sayangi orang yang lebih muda dan hormati orang yang lebih tua, maka engkau akan menjadi temanku di hari kiamat kelak.”

Baca Juga:

Di antara nasihat Rasul kepada keluarga Beliau seperti, “Janganlah engkau menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun sekalipun engkau dipotong dan dicincang. Dan jangan meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja, sebab orang yang meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja itu terlepas dari jaminan Allah, serta jauhilah maksiat, sebab maksiat bisa mendatangkan murka Allah.”

Umar ibn Khattab memberikan nasihat kepada sebagian saudaranya dengan enam hal, yaitu:

  1. Jika engkau ingin mencela seseorang maka celalah dirimu terlebih dahulu, karena engkau tidak tahu orang yang lebih banyak aibnya darinya
  2. Kalau memusuhi seseorang maka musuhilah perutmu, karena tidak ada musuh yang lebih besar bagimu darinya
  3. Jika memuji seseorang maka pujilah Allah terlebih dahulu, karena tidak ada yang lebih banyak karunia dan kelembutannya kepadamu melebihi Dia
  4. Kalau engkau hendak meninggalkan sesuatu maka tinggalkanlah dunia, karena jika engkau meninggalkannya maka engkau akan terpuji, kalau tidak engkau akan ditinggalkannya sedang engkau tercela
  5. Jika engkau hendak bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiap-siaplah untuk mati, karena jika engkau tidak bersiap-siap untuknya, maka engkau akan merugi dan menyesal
  6. Kalau engkau hendak menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat, karena engkau tidak akan mendapatkannya kecuali jika engkau menuntutnya.

Demikianlah beberapa nasihat dalam agama yang perlu mendapat perhatian. []

Tinggalkan Balasan