Mukjizat Nabi Muhammad yang Perlu Kamu Tahu

Mukjizat Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW memiliki mukjizat yang membuat kaum kafir terpana. Allah telah memberikan mukjizat kepada rasul-rasul-Nya untuk menunjukkan kekuasaan Allah di depan kaum mereka.

Mukjizat adalah suatu kejadian yang luar biasa diberikan Tuhan kepada rasul-Nya, baik terjadi dengan sebab maupun tanpa sebab, di mana Rasul tersebut sedang menyampaikan wahyu Tuhan kepada umatnya.

Ada beberapa rasul yang diberikan mukjizat oleh Allah, salah satunya adalah Nabi Muhammad SAW. Pada pembahasan ini, kami akan menguraikan beberapa mukjizat yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW. Apa-apa saja mukjizat tersebut? Silakan dibaca penjelasan berikut ini.

Nabi mengobati kaki yang patah

Di Khaibar, ada seorang kaum Yahudi yang bernama Abu Rafi. Ia selalu menghasut kaumnya untuk memerangi kaum Muslimin. Nabi Muhammad mengutus sahabatnya Abdullah bin Abi Atik untuk memerangi Abu Rafi.

Abdullah bin Abi Atik berhasil membunuh Abu Rafi dan pulang dengan membawa kemenangan. Beberapa hari kemudian, saat Abdullah bin Abi Atik keluar dari rumahnya, dia terjatuh sehingga menyebabkan kakinya patah.

Saat bertemu Nabi Muhammad di Madinah, kaki Abdullah bin Atik diusap oleh Nabi Muhammad dan tak lama kemudian Abdullah bin Atik dapat berjalan kembali dengan normal.

Hal yang sama juga pernah terjadi saat Perang Khandak di mana kaki Ibnul Hakam mengalami patah. Nabi Muhammad mengusap kakinya dan sembuhlah Ibnul Hakam.

Nabi mengembalikan mata yang telah keluar

Saat Perang Uhud berlangsung, mata seorang sahabat Nabi terkena panah dari musuh. Sahabat yang bernama Qatadah bin Abu Nu’man merintih kesakitan dan memegang biji matanya yang telah keluar menyentuh pipinya. Lalu Nabi Muhammad memasukkan kembali biji mata sang sahabat ke tempatnya. Qatadah bin Abu Nu’man selamat dari kebutaan. Bahkan penglihatannya tampak lebih terang dari semula.

Baca Juga: Inilah Rasul-rasul yang Digelari Ulul Azmi

Nabi mengobati mata yang sakit

Saat Perang Khaibar terjadi, Nabi Muhammad pernah berkata: “Besok aku akan menyerahkan panji kepada seseorang yang mencintai Allah dan Rasulullah, dan dia dicintai oleh keduanya.” Sahabat-sahabatnya sangat berharap bahwa panji itu akan diserahkan kepada mereka.

Namun keesokan paginya, Nabi tidak melihat Ali dalam barisan. Nabi pun bertanya, “Mana Ali?”

Mereka menjawab, “Ali sakit mata.”

Nabi pun menyuruh mereka untuk memanggil Ali. Lalu Nabi meludahi kedua matanya, dan tidak lama kemudian, mata Ali sembuh tanpa mengalami sakit sedikit pun.

Nabi mendiamkan kayu yang menangis

Nabi biasanya berkhutbah dengan bersandar pada sebatang kayu kurma yang ada di sebuah mesjid. Saat mesjid itu telah menyediakan mimbar, maka kayu itu menangis sedih. Tangisannya serupa seekor unta betina yang sedang melahirkan. Nabi pun mengelus kayu itu, tersenyum, dan menenangkan kayu itu sehingga kayu itu pun terdiam tenang. Lalu semuanya kembali normal.

Nabi memerintahkan pohon untuk melindunginya

Sebuah kisah menyebutkan bahwa dalam sebuah perjalanan, Nabi hendak buang air. Namun di sana tidak ada tempat yang tertutup, kecuali dua batang pohon yang agak berjauhan. Lalu Nabi menuju ke sana dan memerintahkan kedua pohon itu untuk merapat. Nabi pun terlindungi dari penglihatan orang-orang saat buang air. Dan setelah selesai, kedua pohon itu pun kembali ke tempat semula.

Pohon mendatangi Nabi

Peristiwa ini terjadi ketika seorang Arab mendatangi Nabi dan meminta kepada Nabi untuk menunjukkan sesuatu kepadanya agar dia mendapatkan hidayah. Lalu Nabi menyuruh orang Arab itu untuk menunjuk sebatang pohon agar mendatangi mereka. Pohon yang ditunjuk oleh orang itu pun mendatangi mereka dan berdiri tepat di hadapan mereka. Lalu dengan sebuah isyarat dari Nabi, pohon itu pun kembali ke tempat asalnya.

Membenamkan kaki kuda

Saat Nabi berhijrah ke Madinah, kaum kafir Quraisy menghadiahkan 100 ekor unta bagi siapa saja yang bisa menangkap Nabi. Suraqah bin Malik melihat rombongan Nabi dan ingin segera menangkapnya. Rombongan itu mengejar Nabi dan Nabi berdoa kepada Allah, lalu terbenamlah kaki kuda yang ditunggangi Suraqah. Kuda tersebut tidak bisa bergerak lagi, lalu Suraqah memohon untuk dilepaskan. Nabi pun melepaskannya. Tapi Suraqah bukannya berterimakasih, ia tetap ingin menangkap Nabi. Lalu Nabi berdoa lagi dan kaki kuda Suraqah pun terbenak kembali. Kali ini, Suraqah meminta ampun dan tidak akan mengikuti rombongan Nabi lagi. Bahkan dia akan mengalihkan perhatian kaum kafir Quraisy yang terus berusaha menangkap dan ingin menggagalkan hijrahnya Nabi ke Madinah.

Kehilangan unta

Dalam sebuah perjalanan, unta Nabi terlepas dan hilang. Para sahabat pun mencari unta tersebut. Namun di dalam kafilah tersebut ternyata ada seseorang yang munafik bernama Zaid bin Lushaib. Ia berkata: “Muhammad mengaku mendapat kabar dari langit, tetapi ia tidak tahu ke mana untanya hilang.”

Celaan ini sampai ke telinga Nabi Muhammad, maka beliau bersabda: “Aku mendengar ada orang yang mengatakan begini dan begitu. Demi Allah! Aku tidak tahu melakukan apa yang Allah telah beri tahu kepadaku. Sekarang Allah memberitahuku bahwa untu itu ada di lembah anu dan di kampung anu, lantaran tali kendalinya tersangkut di satu pohon.” Dan sahabat pun berhasil membawa kembali unta tersebut.

Menghancurkan berhala-berhala

Di Mekkah terdapat sebanyak 360 berhala dari masing-masing kabilah. Berhala-berhala itu ditanam dengan kokoh di bumi dan dikuatkan dengan batu-batuan. Namun, ketika Islam menundukkan Mekkah, berhala-berhala itu hancur hanya dengan sekali ayunan tongkat Nabi Muhammad.

Dengan sedikit makanan mampu mengenyangkan banyak orang

Mukjizat Nabi Muhammad selanjutnya adalah mampu memberikan kekenyangan kepada orang-orang, padahal makanan yang tersisa hanya sedikit.

Diriwayatkan dari Thalhah bahwa Nabi Muhammad pernah memberi makan 70 hingga 80 orang hanya dengan beberapa keping roti saja yang dibawa oleh Anas.

Diriwiyatkan juga oleh Jabir bahwa di Perang Khandak, Nabi Muhammad pernah memberi makan 1000 orang dengan satu gantang gandum dan seekor anak kambing.

Dalam riwayat lain disebutkan oleh Abu Ayyub bahwa ia pernah memberikan makanan kepada Nabi, dan dengan makanan itu Nabi mampu memberi makan 180 orang.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa dalam Perang Tabuk, kaum muslimin kelaparan. Lalu Nabi menyuruh Umar untuk membentang tikar dan menyuruh semua orang untuk membawa sisa-sisa makanan. Nabi berdoa dan menyuruh sahabatnya untuk membagikan makanan sisa tersebut kepada orang-orang. Ajaibnya, bejana yang berisi makanan mampu mengenyangkan orang-orang tersebut, bahkan masih tersisa sedikit makanan di dalam bejana tersebut.

Baca Juga: Selayang Pandang 25 Nabi yang Wajib Diketahui

Diriwayatkan juga oleh Abdur Rahman bin Abi Bakar bahwa dalam suatu perjalan, ia bersama Nabi dan rombongan yang berjumlah 130 orang beristirahat untuk makan. Nabi membeli seekor kambing dan memasaknya. Daging tersebut dibagi-bagikan secara adil dan mampu membuat kenyang rombongan tersebut. Bahkan ada tersisa sedikit daging kambing yang dimasak itu.

Air keluar dari jari Nabi

Abbas telah berkata bahwa suatu ketika saat waktu Ashar tiba, para sahabat mencari air namun tidak ditemukan. Lalu Nabi menyuruh sahabat untuk berkumpul dan dari jarinya keluarlah air sehingga para sahabat berwudhu dengan air itu.

Jabir juga pernah berkata bahwa ketika kaum Muslimin merasa dahaga yang hebat pada Perang Hudaibiah, sedangkan di sana saat itu ada sebuah bejana di mana Nabi berwudhu. Mereka berkata: “Kita tidak memiliki air kecuali bejana tempat Nabi berwudhu.” Kemudian Nabi meletakkan tangannya di dalam bejana tersebut, lalu memancarlah air dari sela-sela jarinya. Air itu dapat diminum oleh sebanyak 1.500 kaum Muslimin.

Nabi membelah bulan

Suatu hari seorang Quraisy menantang Nabi untuk memenuhi keinginannya yaitu dia ingin Nabi membelah bulan menjadi dua bagian. Tantangan itu diterima oleh Nabi. Atas izin Allah, bulan tersebut terbelah menjadi dua bagian dan ditempatkan di antara sisi gunung seperti yang dikehendaki oleh si kafir Quraisy. Nabi berseru: “Lihatlah! Lihatlah! Lihatlah!”

Si kafir terpana melihat kejadian tersebut. Tapi dasar kafir yang hatinya masih tertutup, ia meragukan kejadian itu. Bahkan mereka para kafir menuduh bahwa Nabi merupakan seorang ahli sihir. Semoga para kafir Quraisy seperti ini mendapat laknat dari Tuhan.

Itulah beberapa mukjizat Nabi Muhammad yang diberikan oleh Allah sebagai bukti kerasulan beliau. Ada juga mukjizat lain yang tidak kalah hebatnya, yaitu perjalanan Nabi antara Baitul Haram ke Baitul Maqdis, dan dari Baitul Maqdis menuju ke langit tujuh. Sebuah perjalanan yang hanya dilakukan selama semalam saja. Perjalanan ini dinamakan dengan isra mi’raj. Pembahasan tentang isra mi’raj akan dipaparkan pada kesempatan yang lain. Semoga Allah tetap membuka pintu hidayah-Nya kepada kita umat Muslim. Amin. []

Tinggalkan Balasan