Nabi dan rasul

Mengenal Nabi dan Rasul dalam Islam

Apa perbedaan antara nabi dan rasul? Di dalam Islam, nabi dan rasul itu berasal dari golongan manusia yang telah dipilih oleh Allah.

Orang-orang yang diangkat oleh Tuhan dari golongan manusia sebagai pemimpin hidup dengan menerima wahyu dari-Nya dinamakan dengan Nabi. Wahyu ini diberikan kepada nabi saja, tidak disuruh untuk menyampaikan kepada umat manusia yang lain.

Di antata nabi-nabi itu, ada pula yang disuruh untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada kaumnya dan umat manusia secara keseluruhan. Nabi-nabi yang demikian dikatakan sebagai Rasul.

Jadi, Nabi adalah orang yang mendapat wahyu hanya untuk dirinya sendiri. Sedangkan Rasul adalah orang yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri dan untuk disampaikan kepada kaumnya atau kepada manusia yang lain.

Setiap nabi tidak semuanya menjadi rasul, tapi sebaliknya, setiap rasul mestilah ia seorang nabi.

Berapa Jumlah Nabi dan Rasul?

Jika merujuk pada pemahaman di atas, maka jumlah nabi itu lebih banyak daripada jumlah rasul. Menurut riwayat Ibnu Mardawaih, jumlah nabi itu semuanya ada 124.000 orang. Sedangkan yang menjadi rasul di antaranya hanya berjumlah 313 orang. Di antara 313 rasul tersebut, yang wajib diketahui berjumlah 25 orang.

Ke-25 rasul tersebut banyak dikisahkan di dalam Al-Quran. Nabi dan rasul tersebut dimulai sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad. Jadi sepanjang sejarah manusia, sangatlah jelas bahwa nabi dan rasul telah ada sejak dahulu kala yang diutus kepada kaumnya untuk tunduk kepada Allah.

Manusia Membutuhkan Rasul

Rasul ialah pesuruh Allah atau bahasa lainnya adalah utusan Allah untuk membawa petunjuk kepada manusia seluruhnya dengan tidak membedakan tempat dan masa.

Baca Juga: Mengenal 20 Sifat yang Wajib pada Allah

Rasul itu seperti lampu yang akan menerangi manusia ketika berjalan di dalam kegelapan. Rasul itulah sebagai imam yang memimpin umatnya dengan perasaan penuh tanggung jawab. Rasul itulah yang menuntun umat kepada perdamaian dan kepada keselamatan manusia di dunia dan di akhirat.

Rasul juga memberikan jawaban atas segala pertanyaan yang timbul pada jiwa seseorang. Rasul itulah yang telah memberikan pedoman hidup di muka bumi ini. Rasul itulah yang mengajari kita ke jalan akhirat, ke jalan bahagia untuk selama-lamanya.

Manusia dengan sifatnya yang penuh hawa nafsu, kadang-kadang tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Manusia di permukaan bumi ini hanya senang berperang, bermusuhan, karena menurutkan hawa nafsu belaka.

Rasul untuk Memperbaiki Umat

Sebelum datangnya rasul-rasul ke permukaan bumi ini, manusia itu hidup di dalam segala kekacauan, hidup dalam penganiayaan, hidup dalam keadaan yang kuat berkuasa atas si lemah, dan si kaya memperbudak si miskin. Manusia hidup dalam kegelisahan dan serba ketakutan.

Bisa kita lihat bagaimana keadaan manusia sebelum datangnya Nabi Muhammad SAW. Manusia berada di dalam kemunduran dan kegelapan, baik dalam hal duniawi maupun ukhrawi. Anak perempuan dilecehkan dan tidak mendapat penghargaan dari masyarakat yang didominasi oleh laki-laki. Penyembahan kepada berhala menyebabkan pikiran manusia menjadi buntu dan tidak mengalami kemajuan.

Baca Juga: Melihat Kembali Kondisi Sosial Masyarakat Arab Jahiliyah

Lalu Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah untuk memperbaiki pekerti yang telah rusak. Hal ini dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri di dalam haditsnya: “Hanya sanya aku diutus oleh Allah untuk memperbaiki akhlak manusia agar menjadi akhlak yang mulia”.

Di dalam kitab suci Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 107 juga dijelaskan: “Tidak kami rasulkan engkau, kecuali untuk menjadi rahmat kepada seluruh alam”.

Jadi kedatangan Nabi Muhammad SAW adalah untuk memberikan rahmat atau kebahagiaan kepada seluruh isi bumi ini, baik manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda semuanya.

Nabi Muhammad SAW membawa petunjuk bukan untuk bangsa Arab saja. Petunjuknya juga ditujukan untuk seluruh manusia di mana saja tempatnya. Petunjuk yang diberikannya atau disampaikannya itu dapat memberikan tuntunan hidup yang sebaik-baiknya kepada manusia.

Nyatalah sekarang bagaimana terasa pentingnya kedatangan rasul itu kepada manusia seluruhnya terutama kedatangan Nabi Muhammad SAW. []

Tinggalkan Balasan