Menerapkan Metode Quantum Learning dalam Belajar

Menerapkan Metode Quantum Learning dalam Belajar

Barangkali Anda sering mendengar metode quantum learning dalam pembelajaran. Metode ini mulai banyak digunakan dalam teori-teori pendidikan. Quantum learning adalah seperangkat metode dan falsafah belajar yang terbukti efektif untuk semua umur.

Metode ini berakar dari eksperimen Georgi Lozanov, seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melakukan eksperimen dengan apa yang disebut sebagai suggestology atau suggestopedia. Prinsipnya adalah sugesti dapat mempengaruhi hasil situasi belajar. Setiap detail apa pun akan memberikan sugesti positif atau sugesti negatif.

Beberapa teknik yang bisa digunakan untuk mengajar dalam memberikan sugesti positif adalah dengan cara memberi kenyamanan kepada peserta didik, memasang musik latar di dalam kelas, meningkatkan keaktifan individu, menggunakan poster-poster untuk memberi kesan besar sambil menonjolkan informasi, dan menyediakan guru-guru yang terlatih baik dalam seni pengajaran sugestif.

Istilah lain yang serupa dan sering dikaitkan dengan suggestology adalah accelerated learning atau dalam bahasa Indonesianya berarti pemercepatan belajar. Accelerated learning dapat didefinisikan sebagai proses yang memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan dengan upaya yang normal dan dibarengi dengan kegembiraan. Cara belajar seperti ini menyatukan unsur-unsur yang secara sekilas tampak tidak mempunyai kesamaan seperti hiburan, permainan, warna, cara berpikir positif, kebugaran fisik dan kesehatan emosional. Namun semua unsur ini bekerjasama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang efektif.

Quantum Learning dan Neurolinguistik

Metode quantum learning mencakup beberapa aspek penting tentang program neurolinguistik. Program ini merupakan suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Neurolinguistik dijadikan sebagai dasar untuk meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan juga dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian antara siswa dan guru.

Baca Juga: Bagaimana Cara Berpikir Otak Kanan dan Otak Kiri

Guru-guru yang memiliki pemahaman tentang neurolinguistik mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan positif. Semua ini dapat pula menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang, Anak-anak memiliki gaya belajarnya masing-masing dan jenis kecerdasan majemuk yang mereka miliki pun berbeda-beda.

Kembali lagi ke quantum learning. Ini adalah suatu interaksi-interaksi yang dapat mengubah energi menjadi cahaya. Semua kehidupan adalah energi. Dalam fisika, rumus kuantum adalah massa kali kecepatan cahaya kuadrat sama dengan energi. Kalau ditulis dalam bentuk rumus akan menjadi seperti E=mc2. Tubuh manusia adalah materi. Sebagai seorang siswa, tujuan kita adalah meraih sebanyak mungkin cahaya, interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya.

Nah, quantum learning adalah menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan neurolinguistik dengan teori, keyakinan, dan metode-metode. Quantum learning akan mencakup konsep-konsep dalam pendidikan dan berbagai teori maupun strategi belajar seperti:

Menjadi Pelajar Quantum

Untuk menjadi pelajar quantum, kita harus mampu mengolah informasi dengan dua cara, yaitu dengan mengasimilasikan potongan-potongan materi sekaligus. Dan dengan mengembangkan pemahaman tentang satuan-satuan kecil ini untuk mengetahui bagaimana satuan-satuan ini beroperasi dalam skala besar dalam kaitannya dengan faktor-faktor lain. Biasanya, orang merasa lebih mudah belajar dengan satu cara atau lain cara, tetapi adalah penting untuk mampu melakukan kedua-duanya.

Kemampuan untuk menikmati belajar dan belajar dengan gembira akan membawa kira pada berbagai kegairahan wilayah minat-minat bar. Dan dalam setiap wilayah, kita akan menemukan begitu banyak kesempatan untuk ditelusuri sehingga kita akan sibuk selamanya, belajar selamanya, dan terangsang selamanya dalam belajar. Itulah yang akan dikembangkan dalam quantum learning.

Kemampuan belajar ditentukan oleh banyaknya interaksi di antara neuron-neuron di dalam otak. Semakin banyak rangsangan mental yang diterima, semakin banyak cabang yang timbul dalam neutron yang meningkatkan kemungkinan hubungan antara neuron-neuron. Karena itu, sangat penting mengekspos diri terus-menerus pada rangsangan-rangsangan baru yang berbeda jika kita ingin menjadi pelajar quantum.

Penyingkapan terhadap berbagai jenis aktvitas dan informasi juga penting untuk menyeimbangkan kemampuan otak kanan dan otak kiri. Penyingkapan semacam ini adalah salah satu bentuk belajar aktif, yang berarti memikul tanggung jawab bagi pendidikan dan kehidupan kita sendiri dengan secara aktif mencari pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan. Belajar aktif juga berarti secara aktif mencari motivasi yang diperlukan. Kadang-kadang kita harus selalu termotivasi dengan menciptakan minat pada suatu masalah – dengan mengikatkan masalah tersebut pada kehidupan sehari-hari.

Nah, untuk menjadi pelajar quantum learning agar dapat belajar secara menyenangkan, maka marilah ikuti petunjuk-petunjuk berikut ini:

Melihat sekilasSebelum membaca, lihat materi bacaan secara sekilas pada malam harinya, dan lihat kembali catatan sebelum memulai pelajaran di sekolah atau sebelum melakukan presentasi
Inilah saatnya!Manfaatkanlah setiap waktu, jadikan semua subjek menarik, dan bersikaplah kreatif
Tempat belajarBelajarlah di tempat dan pada waktu yang teratur. Atur posisi yang baik dan gunakan pencahayaan yang tepat
Gunakan musikMusik membantu kita belajar lebih banyak dengan cara mengendurkan pikiran dan membuat kita selalu siap
IstirahatSetiap setengah jam, lakukanlah istirahat selama lima menit. Belajar yang terbaik adalah sebelum dan sesudah istirahat
Rencanakan sebelumnyaGunakan kalender untuk mempersiapkan suatu ujian atau presentasi. Kita akan dapat mengurangi stres dan mempertajam ingatan
Berdiri dan duduk dengan tegakKetika memasuki ruangan, berjalanlah dengan tegak agar kita merasa yakin, dan duduklah dengan tegak agar kita tetap dalam keadaan berminat dan siaga
Kegagalan adalah umpan balikUmpan balik adalah informasi yang diperlukan untuk mendapatkan keberhasilan dan memberikan arah
SikapKita dapat memperoleh lebih banyak daripada yang kita harapkan, kalau kita memusatkan pikiran untuk itu

Sekarang, pilihan ada di tangan kita. Apakah kita bisa mempraktikkan metode quantum learning dalam pembelajaran atau kita bisa menggunakan metode belajar lainnya. Artikel ini hanyalah sebagai wawasan informasi saja yang dapat dijadikan pembanding atau referensi gaya belajar kita. []

Tinggalkan Balasan