Mencegah Corona Dimulai Dari Diri Sendiri

Mencegah Corona dimulai dari diri sendiri

Halo teman-teman! Masih tetap sehat, kan? Saya berharap kita semua terhindar dari virus Corona. Virus ini telah membuat kita stress. Corona atau COVID-19 membuat dunia kewalahan, bahkan negara-negara adidaya pun dibuat tak berdaya. Nah, untuk mencegah Corona haruslah dimulai dari sendiri.

Kenapa demikian?

Virus Corona ini bisa menular dengan sangat cepat. Bayangkan saja, hanya dalam waktu 3 bulan sudah 200 negara terinfeksi. Pola penularannya pun hampir sama semua. Mulanya virus dibawa oleh orang-orang yang berasal dari negara terinfeksi Corona. Kalau dilihat dari titik mulanya, itu diawali dari Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Dari sinilah virus mulai bersemi karena si pembawa virus (masih misterius) menjalin kontak dengan orang-orang sekitarnya.

Proses inkubasi virus di dalam tubuh ini bervariasi. Paling lama sekitar 14 hari. Tapi para peneliti juga menemukan bahwa mutasi virus Corona bisa berada di dalam tubuh dalam jangka waktu yang lebih lama lagi. Nah, bagi orang yang sudah terinfeksi segera diisolasi di ruang khusus. Orang-orang yang merasa dirinya pernah kontak dengan seseorang yang positif Corona, haruslah melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari. Apabila dalam jangka waktu tersebut mengalami gejala-gejala virus Corona, maka segera melaporkan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Penting sekali untuk membuka kesadaran diri agar kita mampu melawan penyebaran virus Corona. Secara masif, virus ini menyukai keramaian karena peluang bagi virus untuk masuk ke tubuh manusia lebih besar. Jadi, daripada kita sibuk memaki pemerintah yang lambat dalam penanganan wabah ini, maka kita harus mempersiapkan diri sendiri untuk melawan virus Corona tersebut. Apa yang bisa kita lakukan?

Bagaimana Cara Mencegah Corona?

1. Menjaga Kebersihan Diri

Salah satu untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh kita adalah dengan menjaga kebersihan diri. Virus atau bakteri yang menempel di suatu benda, ketika kita menyentuh benda tersebut, virus atau bakteri akan pindah ke tangan kita. Maka dianjurkan untuk selalu mencuci tangan setelah memegang atau melakukan sesuatu.

Sabun dan sejenisnya diyakini mampu menghilangkan virus atau bakteri yang menempel di tangan kita. Sedangkan virus yang menempel di benda-benda mati, maka disarankan untuk membersihkannya dengan desinfektan.

Baca Juga: Corona dan Pemberlakuan Jam Malam

Mencuci tangan harus dilakukan dengan benar. Cucuilah tangan dengan air yang mengalir dan gunakan juga sabun. Pastikanlah seluruh bagian tangan ikut dicuci, seperi telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, seluruh jari, maupun kuku. Kegiatan ini harus rutin dilakukan, baik sebelum maupun sesudah makan, setelah memegang benda-benda, setelah memegang hewan peliharaan, dan setelah menggunakan toilet.

2. Menjaga Jarak

Saat virus Corona mulai masuk ke Indonesia, pemerintah mengeluarkan anjuran untuk tetap di rumah dan menjaga jarak sosial. Indonesia tidak melakukan lockdown karena berbagai pertimbangan. Sebagai gantinya, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menjaga jarak sosial. Misalnya aturan untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan lain-lain.

Kita tahu virus Corona ini juga bisa menular melalui kontak fisik, seperti jabat tangan, berpelukan, bersentuhan, maupun berhubungan suami istri. Tanpa dikeluarkannya aturan untuk menjaga jarak seharusnya kita harus sadar bahwa kontak fisik menjadi peluang besar penularan virus. Dengan penuh kesadaran, kita harus tetap menjaga jarak dengan orang-orang di lingkungan sekitar kita. Kecuali keluarga kita di rumah. Selama kita yakin bahwa kita aman dari virus, tidak ada masalah jika kita tetap melakukan kontak fisik di dalam rumah.

Saat kita beraktifitas di luar, misalnya pergi berbelanja kebutuhan dapur, menjaga jarak wajib kita lakukan. Dan ingat, jangan sembarangan menyentuh sesuatu selama berada di luar. Menjaga jarak tidak hanya dilakukan dengan manusia, menjaga jarak dengan hewan juga menjadi prioritas utama. Apalagi hewan bisa menjadi tempat transit bagi virus Corona. Setelah beraktifitas jangan lupa untuk tetap mencuci tangan.

3. Menggunakan Masker

Virus Corona dapat bertahan di udara selama 3 jam. Saat berada di udara virus ini bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh orang-orang yang dijumpainya. Saat menghirup udara yang telah terinfeksi Corona, virus tersebut ikut terhirup ke dalam tubuh. Maka dianjurkan untuk memakai masker bagi daerah-daerah gawat Corona.

Mencegah Corona dimulai dari diri sendiri

Masker bedah harganya lebih murah dan mudah didapatkan. Tapi selama darurat Corona masker ini sangat langka ditemukan di apotek. Begitu juga dengan masker N-95 yang harganya lebih mahal. Namun masker ini lebih disarankan karena dirancang khusus untuk menyaring partikel udara berbahaya.

Masker juga disarankan bagi Anda yang sedang batuk atau flu. Batuk dan bersin yang Anda keluarkan dari tubuh bisa berbahaya bagi orang lain. Saat batuk atau bersin Anda harus menutup pergerakannya agar tidak menggangu orang lain. Bisa saja di dalam tubuh kita ada virus berbahaya. Saat membuka masker, kita juga disarankan untuk kembali mencuci tangan dengan benar.

Masker yang digunakan pun harus sesuai dengan standar kesehatan. Ada dua masker yang digunakan untuk mencegah masuknya virus, yaitu masker bedah yang umum ditemukan dan masker N-95 yang dirancang khusus untuk mencegah bakteri masuk ke tubuh.

4. Menjaga Kesehatan Tubuh

Virus Corona dapat merusak sistem imunitas tubuh. Penting bagi kita untuk mencegah masuknya virus dengan tetap menjaga kesehatan. Tubuh yang sehat akan mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Ini adalah bekal bagi kita dalam upaya mencegah penularan virus Corona.

Menjaga kesehatan tubuh harus diikuti dengan pola makan yang sehat dan teratur. Makanan bergizi dan seimbang sangat dianjurkan. Meskipun saat genting seperti ini susah mendapatkan makanan bergizi, kita harus punya alternatif lain. Misalnya mengkonsumsi multi vitamin untuk daya tahan tubuh.

5. Menghindari Perjalanan Jauh

Wabah pandemik global ini membuat kita harus menghindari bepergian ke suatu tempat yang jauh. Apalagi sebentar lagi umat Muslim akan menghadapi bulan suci Ramadhan dan diikuti dengan Hari Raya Idul Fitri. Bagi sebagian perantau yang ingin mudik sebaiknya ditunda dulu.

Selama dalam perjalanan baik menggunakan angkutan umum maupun pribadi, virus Corona ini siap mengintai siapa pun. Bagi beberapa daerah di Indonesia telah mulai melakukan karantina wilayah dalam skala kecil. Dengan menghindari perjalanan jauh, kita pun dapat mengurangi resiko penularan virus Corona.

6. Jangan Menyebar Informasi yang Tak Jelas

Selama wabah Corona mendunia, banyak sekali informasi-informasi tak jelas berseliweran di media sosial. Jika informasi itu bernilai positif, itu tidak menjadi masalah. Namun bagaimana jika informasi tersebut bernilai negatif? Banyak orang akan terkecoh dan kadang-kadang mempraktekkan informasi tersebut. Misalnya bagaimana cara membuat masker, hand sanitizer, obat herbal anti Corona, dan lain-lain. Belum tentu informasi tersebut benar adanya.

Jadi kalau kita tidak yakin terhadap sebuah informasi, sebaiknya jangan disebarkan lagi. Cukuplah di diri kita sendiri. Perbanyaklah membaca informasi positif di media-media akurat dan terpercaya. Informasi bernilai positif akan membuat pikiran tenang dan tidak stress. Apalagi takut secara berlebihan seolah-olah virus Corona itu akan menghancurkan kehidupan kita.

Nah, itulah beberapa yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona. Intinya kita harus mulai dari diri sendiri. Jika diri sendiri mampu menerapkan beberapa aturan ketat, barulah kita mengajak keluarga dan orang-orang di dekat kita untuk bersama-sama melawan Corona.

Berpikirlah positif dan bertindak secara nyata. Ini semua dimulai dari diri kita sendiri.

Follow me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *