Memahami Filsafat Menjadi Heraklitos

Filsafat menjadi Heraklitos

Apa itu filsafat menjadi? Filsafat menjadi adalah bahwa di dunia ini segalanya serba berubah, serba bergerak, tidak tetap dan terus berkembang. Hal itu bertujuan untuk mencapai kesempurnaan. Maka sering terungkap bahwa “semuanya dalam keadaan menjadi”, sehingga filsafatnya disebut dengan filsafat menjadi.

Tokoh utama dalam filsafat menjadi adalah Heraklitos (535-475 M). Menurutnya asal mula, atau sebab-musabab, inti sari atau “arche” dari alam semesta adalah api.

Sifat api selalu bergerak dan berubah serta tidak tetap. Yang menjadi sebab atau keterangan yang sedalam-dalamnya itu ialah “gerak, perubahan atau menjadi” itu semuanya tidak ada yang tetap.

Pendapat ini terkenal dengan istilah “panta rhei” artinya semua mengalir. Satu-satunya kenyataan atau realitas adalah perubahan, tidak terdapat sesuatu yang tetap. Realitas adalah perubahan dan menjadi itu. Oleh karena itulah filsafat Heraklitos bernama filsafat menjadi.

Pemikiran Heraklitos Tentang Filsafat Menjadi

Pemikiran Heraklitos sedikit lebih maju dibandingkan dengan para pendahulunya. Heraklitos telah sampai kepada pengertian “ada”, bahkan “ada” yang bersifat umum. Ia mencoba untuk memberi keterangan tentang “ada” pada umumnya.

Baca Juga: Anaximenes, Filsuf Alam Terakhir

“Ada” itu menurut Heraklitos “tidak ada” yang benar-benar ada adalah “menjadi” belaka. Itulah yang merupakan keterangan yang sedalam-dalamnya bagi segala-galanya. Pengetahuan yang benar baginya tentu saja pengetahuan yang sesuai dengan realitas (menjadi) ini. Pengetahuan yang sifatnya berubah-ubahlah yang benar, pengetahuan yang sifatnya umumdan tetap itu tidak benar, karena tidak ada objek yang umum dan tetap.

Heraklitos sangat mengutamakan kemampuan indera, serta mengingkari kemampuan budi, sehingga menurutnya segala sesuatu yang tidak tersentuh oleh indera adalah tidak benar. Karena budi menurut Heraklitos tidak mungkin dapat mencapai kebenaran.

Kenapa Heraklitos memilih aoi sebagai asas pertama dari sesuatu? Api adalah lambang perubahan yaitu api yang menyebabkan kayu atau bahan apa saja berubah menjadi abu. Heraklitos menganggap bahwa tidak ada sesuatu pun yang tetap di dalam dunia alamiah ini, tidak ada sesuatu pun yang dianggap difinitif atau sempurna.

Segala sesuatu yang ada senantiasa “sedang menjadi”. Ucapannya yang terkenal adalah “pantha rhei” yang artinya semuanya mengalir sebagaimana air sungai senantiasa mengalir.

Heraklitos menyimpulkan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak ada yang tetap, selalu berubah dan selalu mengalir. Hari ini berbeda dengan hari kemarin dan hari esok. Oleh sebab itu perubahan sebaiknya selalu mengarah kepada kemajuan.

Tinggalkan Balasan