Lost Girls – Misteri Amerika yang Tak Terpecahkan

Lost Girls

Film Lost Girls (2020) disutradarai oleh Liz Garbus adalah persembahan Netflix yang diangkat dari kisah nyata tentang hilang dan terbunuhnya seorang gadis. Kasus ini tidak pernah berhasil dipecahkan oleh pihak kepolisian sampai sekarang.

Mari Gilbert (Amy Ryan) tidak bisa menerima kenyataan bahwa putri sulungnya, Shannan Gilbert telah dinyatakan hilang. Pada saat yang bersamaan, di lokasi hilangnya Shannan telah ditemukan 4 mayat perempuan yang mati menggenaskan di sekitar pemukiman Pantai Oak. Pemukiman ini adalah komplek ekslusif yang sangat privasi. Dari keempat mayat yang ditemukan itu, polisi menyatakan bahwa tidak ada mayat Shannan di sana.

Mengetahui bahwa tidak ada mayat putrinya di sana, Mari masih menaruh harapan besar. Ia sangat berharap putrinya masih hidup dan berada di suatu tempat. Mari akan melakukan apa saja untuk mencari putrinya. Keinginan besar Mari ternyata tidak diikuti oleh keseriusan pihak kepolisian. Inilah yang membuat Mari Gilbert berang dan bertekad untuk memecahkan kasus ini sendiri.

Kekesalan Mari semakin menjadi-jadi tatkala pihak media menyebutkan Shannan adalah pelacur yang hilang. Media seakan-akan menggiring opini publik bahwa kasus ini juga terjadi karena kesalahan mereka sendiri. Stigma pelacur yang ditabalkan tak pernh lepas sampai kasus ini meluap entah ke mana.

Kegigihan Mari Gilbert tampaknya menganggu beberapa penghuni di komplek Pantai Oak. Mari mencurigai beberapa orang, di antaranya adalah penyewa jasa seksual Shannan, sopir yang mengantarkan anaknya ke sana, dan seorang dokter yang masih belum bisa dilacaknya. Konon dia mengetahui sosok dokter tersebut yang bernama Peter Hackett (Reed Birney). Dari ketiga orang yang dicurigai tersebut, polisi tidak menemukan bukti kuat untuk bisa menahan mereka.

Baca Juga: Agatha Christie dan Kutukan Ishtar

Meskipun Mari tidak mendapatkan dukungan dari polisi, ia didukung penuh oleh para orang tua dan wali dari keempat gadis yang dibunuh itu. Mereka akan membantu Mari untuk terus mencari the lost girls itu.

Polisi yang menangani kasus itu, Richard Dormer (Gabriel Byrne) tak pernah mampu menguak misteri kematian keempat gadis di dekat pemukiman Pantai Oak itu. Ia juga tidak menemukan pertautan kuat antara hilangnya Shannan dan kematian keempat gadis itu. Pihak kepolisian terpaksa menghentikan kasus the lost girls itu dan tetap bersikukuh menolak untuk melanjutkan pencarian terhadap Shannan.

Seorang penghuni di komplek Oak memberitahu keanehan-keanehan yang terjadi pada malam hilangnya Shannan. Informasi ini menjadi jalan baru bagi Mari untuk mengungkap misteri the lost girls. Sang penghuni memberi informasi yang menyudutkan dokter Peter Hackett. Mari bertambah yakin bahwa Hackett adalah pelaku utama. Ia pernah menerima telpon dari seseorang bernama Hackett sehari setelah hilangnya Shannan. Kecurigaan kepada Hackett tidak bisa menjadi kunci bagi polisi untuk menangkap Hackett.

Satu-satunya yang bisa menjadi petunjuk adalah kamera CCTV yang berada di komplek pemukiman. Tapi sayangnya, Hackett yang mengelola tempat itu tidak menemukan rekaman kamera pada malam kejadian itu. Ada yang sengaja menghapuskannya. Tapi siapa? Lagi-lagi tidak ada bukti kejahatan yang bisa ditemukan.

Seiring berjalannya waktu, kasus the lost girls atau hilangnya Shannan semakin meredup. Usaha apa pun yang dilakukan oleh Mari Gilbert tidak membuahkan hasil. Tapi dia terus berharap, berusaha, dan berdoa.

Setahun kemudian, menjelang pensiunnya polisi Richard Dormer, Mari menerima telpon dari seorang penghuni komplek Oak. Orang yang sama yang pernah menghubunginya beberapa bulan silam. Si penelpon mengabarkan bahwa Hackett akan menjual rumahnya dan berencana pindah ke tempat lain. Si penelpon berusaha meyakinkan kembali Mari untuk terus mencecar Hackett. Mari tahu bahwa si penelpon ini sejak dari dulu tidak pernah menyenangi Hackett. Tapi ini kesempatan terakhir bagi Mari.

Dengan penuh ketetapan hati, ia menjumpai Dormer. Ia berusaha meyakinkan lagi Dormer terhadap keterlibatan Hackett atas hilangnya Shannan. Mari terus mendesak agar polisi mencari kembali Shannan dengan menggali sebuah rawa yang luput dari pencarian setahun silam.

Dan upaya itu membuahkan hasil. Mayat Shannan berada di sana. Tulang belulang itu tampak meringkuk seakan menegaskan bahwa Shannan tampak ketakutan saat menghadapi kematiannya.

Tapi, siapa yang membunuh Shannan Gilbert? Sampai kini, misteri kematian itu tidak pernah berhasil diungkapkan oleh polisi.

Tinggalkan Balasan