Knock Out (2020)

Knock Out (2020) – Pejuang Sejati Tidak Pernah Menyerah

Knock Out (2020) merupakan film mandarin yang mengisahkan tentang seorang mantan juara tinju dunia asal Tiongkok harus menghadapi masa-masa sulit setelah menjalani hukuman penjara selama enam tahun. Film arahan Roy Hin Yeung Chow ini mengambil genre action drama yang menggugah perasaan penonton. Meskipun masih banyak kekurangan, film Knock Out (2020) ini mampu memberikan sajian hiburan yang layak tonton.

Adalah Zhuo Shi (Geng Han) yang merupakan petinju profesional yang berhasil memperoleh sabuk juara dunia IBF. Di atas ring, Zhuo Shi dijuluki “Serigala” yang mematikan. Ia membuat lawan-lawannya KO tak berkutik. Dalam pertandingan terakhirnya, ia mampu mengalahkan lawan beratnya. Pertandingan itu turut disaksikan oleh istri tercintanya yang cantik. Lawannya mengalami luka parah dan terpaksa mendapat perawatan rumah sakit.

Kubu musuh yang tak terima petinju mereka kalah secara memalukan, membuat kerusuhan dengan menyerang Zhuo Shi dan rekan-rekannya saat merayakan kemenangan di sebuah bar. Perkelahian tersebut mengantarkan Zhuo Shi ke penjara. Secara hukum, ia harus menjalani hukuman kurangan selama enam tahun. Selama itu pula ia harus kehilangan karir tinjunya.

Enam tahun kemudian, saat Zhuo Shi bebas dari penjara, ia harus menghadapi kenyataan pahit. Istri tercintanya ternyata sudah meninggal dunia. Kini ia harus hidup dengan putri semata wayangnya, Blithe (Elena Askin). Ia pun berjanji tidak akan kembali ke ring tinju yang membuat kehidupannya kelam. Namun, niat baik tersebut tak semulus rencananya. Sebagai mantan narapidana, sangat sulit bagi Zhuo Shi untuk mendapatkan pekerjaan halal. Perusahaan tentu akan menolak mereka mentah-mentah. Itu adalah hukuman berat bagi si pelaku kejahatan. Di sinilah film Knock Out (2020) mulai seru.

Baca Juga:

Si “Serigala” tidak pernah menyerah. Kerasnya kehidupan di atas ring tinju telah membuat dirinya sebagai seorang manusia yang tahan banting. Untuk membuktikan omongannya, dia terpaksa harus bekerja sebagai pengantar makanan siap saji. Pagi-pagi dia harus bangun untuk mempersiapkan segala kebutuhan Blithe. Meskipun tidak sempurna, namun Blithe memahami keadaan ayahnya. Zhuo Shi sangat senang menjalani kehidupan barunya itu. Di sanalah baru ia memahami arti kehilangan orang yang tercinta.

Orang-orang yang mengenal Zhuo Shi sangat terkejut melihat perubahan pada dirinya. Padahal banyak yang berharap dirinya kembali ke ring tinju. Apalagi saat itu juara dunia dipegang oleh Igawa, petinju asal Jepang yang angkuh. Zhuo Shi tetap teguh pada pendiriannya dan tidak mau kembali ke ring tinju. Namun keadaan membuatnya semakin terdesak. Saat anaknya mengalami demam, ia terpaksa harus berhenti bekerja sebagai pengantar makanan. Perusahaan tempatnya bekerja tidak bisa menolerir karyawan yang absen.

Alur Knock Out (2020) selanjutnya mengantarjan Zhuo Shi kembali ke sasana tinju, tapi sebagai petinju maupun pelatih. Ia membersihkan sasana tinju dan membawa Blithe bersamanya. Nenek Blithe atau mertua Zhuo Shi mengunjunginya setelah dia tahu Zhuo Shi telah bebas. Sang nenek masih belum menerima kematian anak gadisnya. Ia masih menganggap bahwa Zhuo Shi bersalah dan tidak bertanggungjawab terhadap kehidupan anaknya. Saat sang nenek tahu bahwa dia memiliki cucu, sang nenek berniat untuk mengasuhnya. Sebagai seorang konglomerat, sang nenek mampu memberi apa saja yang diinginkan Blithe. Tapi Blithe bukan anak matre, yang bisa dininabobokkan dengan mainan yang banyak. Ia tetap menyayangi ayahnya meskipun kehidupan mereka tampak menyedihkan.

Suatu hari, Blithe mengalami pendarahan yang hebat. Oleh dokter, Blithe divonis menderita leukimia. Ini pukulan yang sangat menyakitkan bagi Zhuo Shi. Ia harus mengeluarkan banyak biaya untuk kemotrapi anaknya. Berbulan-bulan mendapatkan perawatan, kondisi Blithe belum juga membaik. Sedangkan Zhuo Shi sudah tampak menyerah dalam hal biaya. Ia harus rela menyerahkan Blithe kepada sang nenek, si konglomerat yang mampu membeli kehidupan. Bersama sang nenek, kondisi Blithe semakin membaik. Ia mendapat perawatan dari rumah sakit standar internasional.

Apakah Zhuo Shi menyesali nasibnya? Tidak! Sebagai mantan juara dunia, ia tetap tidak akan pernah menyerah dalam kehidupannya. Maka ia memutuskan untuk kembali naik ring tinju dan berniat untuk merebut sabuk juara dunia dari pinggang Igawa. Niatnya disambut dengan baik oleh para penggemarnya. Si “Serigala” mulai melakukan latihan dan menghadapi beberapa petinju. Ia berhasil mengalahkan petinju-petinju itu. Peluang untuk menantang Igawa semakin terbuka dari kemenangan demi kemenangan yang diperolehnya itu.

Apakah Zhuo Shi “Si Serigala” dari Tiongkok mampu mengalahkan Igawa dari Jepang yang pukulannya terkenal sangat cepat?! Film Knock Out (2020) adalah film mandarin yang saya rekomendasikan untuk ditonton.

Tinggalkan Balasan