Keutamaan shalat berjamaah

Keutamaan Shalat Berjamaah dalam Beberapa Riwayat

Keutamaan shalat berjamaah sangatlah banyak. Umat Muslim pasti sudah mengetahui bahwa salah satu keutamaannya adalah pahala yang berlipat ganda. Selain itu juga derajatnya akan diangkat lebih tinggi oleh Allah.

Di dalam artikel ini akan ditemukan beberapa riwayat yang mengisahkan keutamaan shalat berjamaah yang disadur dari Durratun Nasihin.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan:

“Bahwasanya Nabi duduk di masjid. Lalu masuklah seorang laki-laki muda dan beliau memuliakannya serta mempersilakan duduk di dekat beliau di atas tempat duduk Abu Bakar. Kemudian Nabi bersabda: “Hai Abu Bakar! Saya memberikan tempat duduk kepadanya lebih tinggi dari engkau, karena di dunia ini tidak ada seorang pun yang membaca shalawat untukku lebih banyak daripadanya. Sungguh dia setiap pagi dan setiap malam membaca shalawat.”

Mengenai keutamaan shalat berjamaah, dapat dilihat dalam riwayat ini:

“Barangsiapa shalat lima waktu secara berjamaah, maka baginya lima macam hadiah, yaitu (1) dia tidak ditimpa kefakiran di dunia; (2) Allah membebaskan dia dari siksa kubur; (3) dia akan menerima buku catatan amal dengan tangan kanannya; (4) dia akan melewati jembatan shirat al-mustaqim laksana halilintar yang menyambar; dan (5) Allah akan memasukkan dia di surga tanpa hisab dan tanpa siksa.”

Mengenai keutamaan shalat berjamaah dibandingkan dengan shalat sendirian dapat dilihat dalam riwayat ini.

“Shalatnya seorang laki-laki dengan berjamaah itu lebih baik daripada shalat di rumah secara sendirian selama 40 tahun.”

Ada juga riwayat lain, “Sesungguhnya shalat berjamaah itu melebihi shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”

Baca Juga: Keutamaan Surat Al-Kahfi

Selanjutnya riwayat lain juga mengisahkan sebagai berikut:

“Apabila telah datang hari kiamat, maka Allah menghalau suatu kaum yang wajah-wajah mereka serupa bintang-bintang. Kemudian para malaikat bertanya: “Apakah yang kalian kerjakan?” Mereka menjawab, “Kami semua bilamana mendengar azan, maka kami berwudhu dan tidak menyibukkan diri dengan urusan yang lain.Lalu ada kelompok lain yang wajahnya serupa bulan. Lalu malaikat bertanya, “Apakah yang kalian kerjakan?” Mereka menjawab, “Kami mengambil wudhu sebelum azan.” Kemudian ada juga kaum wajah-wajah mereka seperti matahari. Mereka pun menjawab sesudah ditanya, “Kami semua sudah berada di masjid ketika baru mendengar azan.”

Umat Muslim wajib mengetahui bahwa ibadah shalat adalah ibadah yang penting. Apalagi jika shalat itu dilakukan secara berjamaah.

“Shalat itu menjadi keridhaan Tuhan. kesunatan para nabi, kesukaan para malaikat, cahaya ilmu ma’rifat, pokok iman, doa yang diwajibkan, diterimanya beberapa amal, berkahnya harta dan usaha, pedang untuk melawan musuh dan kebencian setan, penolong saat bertemu Izrail, pelita di dalam kubur sampai hati kiamat, bayangan yang melindungi kepalanya di hati kiamat, hiasan badannya dan penghalang antara dia dan neraka, dalil di hadapa Tuhan, timbangan berat di waktu amal ditimbang, kemampuan yang akan menolong saat melewati jembatan shirat al-mustaqim dan menjadi kunci saat masuk surga.”

Itulah gambaran dari betapa pentingnya ibadah shalat yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim.

“Apabila telah datang hari kiamat, maka keluarlah seekor binatang dari neraka jahannam yang bernama Huraisy dari anak kalajengking. Panjangnya seperti jarak antara langit dan bumi dan besarnya dari timur sampai ke barat. Maka malaikat Jibril bertanya: “Hai, Huraisy! Pergi ke mana engkau dan siapa yang engkau cari?” Maka Huraisy pun mengatakan bahwa ada lima macam orang yang dicarinya, yaitu (1) orang yang meninggalkan shalat; (2) orang yang tidak membayar zakat; (3) orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya; (4) peminum arak; dan (5) orang yang berbicara di mesjid tentang urusan duniawi.”

Tinggalkan Balasan