Ilustrasi kecerdasan majemuk menurut Howard Gardner

Kecerdasan Majemuk Menurut Teori Howard Gardner

Dalam dunia pendidikan, teori tentang kecerdasan majemuk telah berkembang dan menjadi penting. Teori kecerdasan majemuk ini digagas oleh Howard Gardner.

Siapakah Howard Gardner? Dia adalah seorang pakar psikologi perkembangan asal Amerika Serikat. Sebagai tokoh pendidikan dan psikologi, Howard Gardner telah menciptakan teori baru tentang pengetahuan sebagai bagian dari karyanya di Universitas Harvard.

Howard Gardner telah mendefinisikan tujuh kecerdasan dasar atau kecerdasan majemuk dengan baik. Menurutnya kecerdasan ini sama fundamentalnya dengan kecerdasan-kecerdasan lain yang lazim diujikan dalam tes-tes perkembangan anak. Oleh karena itu, teori kecerdasan majemuk menurut Howard Gardner dianggap sangat penting untuk saat ini. Ranah pendidikan pun telah menggunakan teori ini untuk melihat perkembangan pada setiap anak.

Apa itu kecerdasan majemuk?

Teori kecerdasan majemuk adalah validitas tertinggi gagasan bahwa perbedaan individu adalah suatu hal yang penting. Artinya setiap individu memiliki kemampuannya masing-masing dalam menanggapi suatu keadaan ataupun saat mereka belajar.

Penggunaan istilah kecerdasan majemuk dalam dunia pendidikan sangat tergantung pada pengenalan, penghargaan, dan pengakuan kepada setiap anak atau peserta didik. Langkah ini adalah dengan melihat bagaimana cara mereka belajar dan bagaimana kita mengenal, menghargai, dan harus mengakui setiap minat dan bakat masing-masing anak.

Namun, teori kecerdasan majemuk ini menurut Howard Gardner tidak hanya mengakui perbedaan individual saja, tapi juga harus menganggap dan menerima sebagai sesuatu yang normal dan wajar. Jadi dalam mengajar, kita tidak boleh melihat perbedaan pada anak-anak sebagai sesuatu yang mengganggu. Apalagi jika berada dalam sebuah ruangan kelas.

Baca Juga: Kewajiban Belajar dan Menuntut Ilmu

Tujuh kecerdasan majemuk menurut Howard Gardner

Howard Gardner telah merumuskan beberapa teori kecerdasan majemuk. Tapi ada tujuh teori kecerdasan yang paling umum digunakan, yaitu:

  1. Linguistik (berkaitan dengan bahasa)
  2. Logis-matematis (berhubungan dengan nalar-logika dan matematika)
  3. Spasial (berkaitan dengan ruang dan gambar)
  4. Musikal (ada hubungannya dengan musik dan bunyi atau suara)
  5. Kinestetik (erat kaitannya dengan badan dan gerak tubuh)
  6. Interpersonal (hubungan antar pribadi dan sosial)
  7. Intrapersonal (hal-hal yang sangat pribadi)

Ketujuh kecerdasan majemuk di atas barangkali dimiliki oleh setiap anak. Mungkin saja ada anak yang memiliki lebih dari satu kecerdasan majemuk seperti di atas. Hal ini bisa kita lihat dari cara atau tingkah lakunya sehari-hari, baik di ruangan kelas maupun dalam pergaulan lingkungan mereka.

1. Kecerdasan linguistik

Kecerdasan linguistik ini juga dikenal sebagai kecerdasan verbal. Kecerdasan ini berbeda dengan kecerdasan lain karena setiap individu memiliki tingkatannya masing-masing dalam kemampuan bertutur dan berkata-kata.

Para ahli juga membagi kecerdasan ini menjadi kecerdasan dalam bertutur kata maupun dalam bentuk tulisan. Kita dapat melihat bahwa ada individu yang mampu bertutur kata dengan baik, tapi tidak mampu menuangkan kata-katanya dalam bentuk tulisan. Begitu juga sebaliknya. Ada individu yang mampu merangkai kata, tapi tidak mampu berbicara dengan baik dan sistematis.

Individu yang memiliki kecerdasan linguistik memiliki keterampilan auditori yang berkaitan dengan pendengaran. Mereka ini belajar dengan cara mendengar. Mereka mempelajari kata-kata bukan hanya untuk makna tersurat dan tersurat saja, tapi juga bagaimana bentuk kata dan bunyinya itu. Contohnya bisa kita lihat pada seorang penyair, penulis, atau juga orang yang memiliki hobi dalam permainan kata (seperti mengisi teka-teki silang atau scrabble).

Seorang individu yang memiliki kecerdasan linguistik tinggi dapat tumbuh dan berkembang dalam suasana lingkungan belajar di mana banyak kegiatan mendengar materi maupun mencatat.

2. Kecerdasan logis-matematis

Kecerdasan ini berhubungan dengan kemampuan ilmiah. Sebelumnya, Piaget telah mengkaji dan mendokumentasikan jenis kecerdasan ini. Ia lebih senang menyebut kecerdasan ini sebagai ciri dari pemikiran kritis dan digunakan sebagai bagian dari metode ilmiah.

Individu yang memiliki kecerdasan ini suka bekerja dengan data-data. Dalam memanfaatkan data-data dengan cara mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan, mereka akan melihat adanya keterkaitan antara satu dengan data lain.

Contoh yang bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari adalah adanya anak-anak yang gemar memecahkan soal matematika dan memainkan permainan strategi seperti catur. Selain itu, individu yang memiliki kemampuan ini suka menggunakan grafik baik untuk kesenangan maupun untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Penggunaan infografis juga termasuk dalam bagian ini.

Kecerdasan logis-matematis sering dianggap dan dihargai lebih tinggi dibandingan dengan kecerdasan lainnya. Apalagi dalam dunia teknologi saat ini. Tentu yang memiliki kecerdasan ini akan lebih mudah mendapat tempat di masyarakat. Kecerdasan ini dicirikan sebagai kegiatan otak kiri.

3. Kecerdasan spasial

Kecerdasan majemuk menurut Howard Gardner selanjutnya adalah kecerdasan spasial. Kecerdasan ini juga sering disebut sebagai kecerdasan visual atau visual-spasial. Gardner menggunakan kecerdasan ini untuk menguji kemampuan dalam pembentukan mental.

Individu yang memiliki kemampuan ini cenderung mudah berpikir atau belajar dengan menggunakan media gambar atau sajian-sajian berupa film dan alat-alat peraga lain. Contoh dari kecerdasan ini adalah individu-individu yang suka melukis, menggambar, mengukir, menghias, ataupun memahat. Ide-ide yang dihasilkan untuk membuat karya seni berupa lukisan dan lain-lain juga sangat dipengaruhi oleh suasana hati mereka.

Gambaran dari individu ini juga dapat dilihat pada anak-anak yang suka membaca peta atau diagram, bermain puzzle, atau permainan serupa labirin. Kecerdasan spasial ini sering dialami dan diungkapkan dengan cara menghayal, berimajinasi maupun berakting. Kecerdasan ini sering dicirikan sebagai kerja dari otak kanan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Berpikir Otak Kanan dan Otak Kiri?

4. Kecerdasan musikal

Kecerdasan musikal disebut juga dengan kecerdasan ritmik atau musikal/ritmik. Mereka sangat peka terhadap sesuatu bunyi atau suara, dan juga musik. Dalam kehidupan sehari, mulut mereka tidak hentinya mengeluarkan suara berirama seperti bersiul atau bernyanyi ketika melakukan suatu aktifitas.

Sudah pasti yang memiliki kecerdasan ini gemar mendengarkan musik, beberapa di antara mengkoleksi kaset atau CD lagu, kerap memainkan suatu instrumen dan alat musik. Mereka mampu mengingat lirik-lirik lagu, menggunakan kunci nada saat bermain alat musik, dan mereproduksi melodi-melodi.

Kecerdasan musikal mungkin yang paling sedikit dipahami. Bahkan dalam lingkungan pendidikan sering dianggap sebagai hal yang tidak patut. Contohnya ketika ada siswa yang bersiul di ruangan kelas, pastilah guru akan menegurnya dan dianggap sesuatu yang tidak penting bahkan tidak baik. Padahal, anak-anak ini sedang mengeluarkan kemampuan kecerdasan musikalnya untuk memahami suatu materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.

5. Kecerdasan kinestetik

Orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya memproses informasi melalui sensasi yang dirasakan oleh tubuhnya. Mereka tidak bisa diam dan ingin terus bergerak, melakukan sesuatu dengan tangan atau kakinya, dan berusaha menyentuh orang yang diajak berbicara.

Individu ini sangat baik dalam hal keterampilan jasmaninya baik dengan menggunakan otot kecil maupun otot besar. Mereka menyukai aktifitas fisik seperti olahraga. Mereka juga lebih senang menyampaikan informasi melalui demonstrasi atau peragaan. Untuk mengungkapkan emosi dan suasana hatinya kadang dilakukan dengan tari-tarian.

6. Kecerdasan interpersonal

Kecerdasan majemuk selanjutnya adalah kecerdasan interpersonal. Kecerdasan ini diperlihatkan pada kegembiraan saat bersosialisasi dengan teman. Individu ini juga senang melakukan aktifitas sosial. Mereka tidak suka jika dalam keadaan sendiri.

Individu kategori ini senang bekerja atau belajar dalam kelompok, berinteraksi dan bekerjasama. Beberapa di antara individu ini memiliki kemampuan untuk menjadi mediator atau penengah dalam suatu perselisihan baik di sekolah maupun di lingkungan mereka.

Kecerdasan interpersonal membentuk empati seseorang terhadap keadaan di sekitar mereka. Jika ada sesuatu musibah, mereka dengan sigap akan mengulurkan tangannya untuk membantu. Apa saja yang bisa mereka lakukan sesuai dengan kemampuan mereka.

7. Kecerdasan interpersonal

Kecerdasan ini tercermin dalam kesadaran mendalam akan terhadap perasaan batin. Inilah kecerdasan yang dapat membantu seseorang untuk memahami dirinya sendiri. Orang yang memiliki kemampuan ini pada umumnya mandiri, tidak bergantung pada orang lain, dan yakin dengan pendapat sendiri.

Mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan sering bekerja dengan programnya sendiri, serta melakukan semuanya secara sendiri. Kecerdasan ini sering dikaitkan dengan kemampuan intuitif. Orang-orang introvert sering memiliki kecerdasan interpersonal.

Itulah tujuh kecerdasan majemuk menurut Howard Gardner yang sering dijumpai dalam teori-teori pendidikan maupun perekembangan psikologi anak. []

Tinggalkan Balasan