Isu Pasar Inpres Akan Ditutup Karena Corona

Pasar Inpres saat Corona

Hari ini, Minggu 29 Maret 2020 saat saya berbelanja ke Pasar Inpres Lhokseumawe terdengar isu bahwa besok pasar akan ditutup. Kabar yang tersiar adalah pasar ditutup karena akan disemprot desinfektan untuk mensterilkan pasar dari adanya virus Corona (COVID-19). Makanya hari ini pasar dipadati oleh orang-orang yang ramai berbelanja dan membeli sembako.

Namun saya tidak melihat wajah-wajah penuh kepanikan warga Kota Lhokseumawe. Padahal ada warga Kota Lhokseumawe yang telah dinyatakan positif COVID-19, walaupun pasien tersebut telah meninggal. Orang-orang juga tidak memborong atau berusaha menimbun beberapa sembako secara mendadak. Itu hasil pengamatan kasar saya saat Lhokseumawe sedang siaga dalam menghadapi wabah Corona.

Pasar Inpres Lhokseumawe merupakan pasar pagi yang selalu ramai dikunjungi. Selain pasar ini, di Lhokseumawe juga ada Pasar Kota yang biasanya ramai di sore hari bahkan sampai malam. Situasi siaga wabah Corona ini membuat masyarakat was-was. Selain itu pemerintah juga masih ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Kita tahu di Aceh sudah 4 orang yang dinyatakan positif Corona dan dari 4 orang itu telah meninggal 1 orang. Jumlah ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pemantauan) ini justru yang banyak.

Kelemahan penanganan Corona di Aceh sangatlah lambat. Aceh masih bergantung kepada Jakarta untuk mengetahui hasil swab virus Corona. Ini membutuhkan waktu beberapa hari. Sungguh keadaan yang sangat genting dan tidak menguntungkan. Kita ambil contoh kejadian beberapa hari yang lalu di Bayu, Aceh Utara. Seorang pasien dengan status PDP dibawa pulang dari RSUDZA Banda Aceh ke kampung halamannya. Tiba di sana, mayat yang sudah dibungkus plastik dibuka dan difardhukifayahkan oleh imam kampung dan masyarakat. Pihak keluarga dan masyarakat menganggap bahwa mayat ini meninggal karena sakit bukan karena Corona. Namun oleh pihak rumah sakit menyesali hal ini karena bisa saja mayat itu positif Corona. Hasil pemeriksaan mayat itu memang belum keluar. Barangkali diprediksikan akan keluar hasilnya pada tanggal 1 April 2020 mendatang.

Pasar Inpres saat Corona
Suasana di pasar ikan Pasar Inpres saat Lhokseumawe siaga Corona

Saat Pemerintah Daerah Aceh Utara mengetahui situasi ini, Dinas Kesehatan turun ke lapangan. Mereka pun memberitahukan keadaan mayat PDP itu dan mengajak masyarakat yang berhubungan dengan mayat tersebut untuk melakukan isolasi diri. Nah, situasi ini sangat mengerikan sekali apabila ternyata mayat PDP tersebut positif Corona. Berapa banyak orang-orang yang terinfeksi virus tersebut. Anggap saja mereka yang bersentuhan dengan mayat PDP itu terinfeksi, dan mereka ini harus melakukan isolasi diri secara sadar dan bertanggungjawab.

Baca Juga: Setelah Positif Corona di Lhokseumawe

Kejadian di atas memang tak sepenuhnya kesalahan dari keluarga dan masyarakat. Jika pihak rumah sakit masih meragukan status pasien PDP tersebut, seharusnya mereka melakukan prosedur yang ditentukan oleh WHO mengenai penanganan mayat Corona. Meskipun pihak keluarga mendesak, rumah sakit harus memberi pengertian kepada mereka.

Inilah akibatnya jika kita tidak memiliki alat tes untuk mengetahui seseorang terinfeksi Corona atau tidak. Pemerintah daerah haruslah berusaha untuk bisa mendatangkan alat-alat tersebut, semisal rapid test Corona. Dengan memiliki alat tes sendiri kita pun bisa mengurangi resiko berbahaya terhadap penyebaran virus Corona.

Selain alat tes, lockdown atau isolasi wilayah juga patut dipertimbangkan. Pemerintah harus memberi informasi yang jelas baik di media cetak atau pun media elektronik. Jangan seperti keadaan hari ini, ketika ada isu bahwa Pasar Inpres akan ditutup, sampai saat ini belum ada keterangan dari pemerintah. Akibat isu tersebut, orang berbondong-bondong berbelanja dan membeli sembako dan kebutuhan dapur. Saya sempat kesal juga ketika tadi hendak membeli tempe, dan saya kurang beruntung karena tempe telah ludes semua.

Benarkah Pasar Inpres Akan Ditutup Karena Corona?

Informasi yang tidak jelas seperti ini sebenarnya malas sekali saya hiraukan. Isu ini berembus cepat secepat penyebaran virus Corona. Jika benar pasar ini ditutup disterilkan dengan desinfektan, ini sebenarnya kabar bagus.

Dari beberapa pedagang yang saya tanyakan, pasar rencananya memang akan ditutup setengah hari. Tapi mereka tidak bisa memastikan kapan. Bisa saja besok, atau lusa, atau minggu depan. Saya menyambut positif rencana penyemprotan Pasar Inpres. Karena hanya Pasar Inpres yang menjadi titik kumpul keramaian untuk saat ini di Lhokseumawe. Pusat keramaian lain banyak yang sudah dilarang oleh pemerintah, seperti warung kopi, pusat permainan anak-anak di Lapangan Hiraq, acara kenduri, dan restoran.

Baca Juga: Corona di Indonesia, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Masyarakat yang berbelanja ke Pasar Inpres ada yang memakai masker dan banyak juga yang tidak menggunakan masker. Barangkali hal ini dipicu karena susahnya memperoleh masker di apotek-apotek. Jika pun ada, harganya pun sangat mahal. Masker biasa yang umumnya dijual 1000 rupiah bisa saja harganya menjadi 5000 rupiah.

Dulu masker sangat mudah ditemukan di apotek. Bahkan saat ada kebakaran hutan, masker dibagi-bagikan secara gratis oleh calon anggota dewan. Banyak sekali calon anggota dewan yang ingin membagi masker kepada pengguna jalan. Namun, setelah Pilkada, tak seorang pun anggota dewan yang bermurah hati, baik itu membagikan masker gratis ataupun memberikan bantuan sembako kepada orang miskin. Bukan rahasia umum lagi kalau kelakuan anggota dewan seperti ini. Mereka akan menjadi pengemis menjelang Pilkada dan akan menjadi raja setelah terpilih.

Benar tidaknya Pasar Inpres ditutup (sementara) karena Corona mungkin suatu kekhawatiran bagi masyarakat. Kita tahu di sinilah orang-orang mencari nafkah dan orang-orang mencari kebutuhan hidup mereka. Tapi Corona juga tidak bisa kita remehkan. Dia menyebar tanpa kita sadari. Jika pun Pasar Inpres ditutup, semoga ada solusi dari pemerintah kita yang gamang.

Kita semua berharap wabah Corona (COVID-19) akan segera berakhir dan semua aktifitas masyarakat akan kembali seperti semula. Sudah dua minggu saya berdiam diri di rumah, begitu juga dengan masyarakat lain yang masih patuh untuk tetap di rumah saja.

Pasar Inpres saat Corona
Suasana di jalan Pasar Inpres Lhokseumawe
Follow me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *