Ilustrasi sampah dan pencemaran. Islam agama yang mengajarkan kesucian dan kebersihan

Islam dan Kebersihan: Pentingnya Kebersihan di dalam Islam

Islam dan kebersihan merupakan suatu pondasi dasar dalam beragama. Islam adalah agama yang selalu memperhatikan kebersihan sehingga dalam ajaran Islam terdapat ketentuan-ketentuan yang mengharuskan seseorang itu wajib mandi.

Di samping mandi yang diwajibkan, dalam ajaran Islam juga terdapat anjuran untuk melakukan mandi yang hukumnya sunat. Mandi yang sifatnya sunat seperti mandi saat shalat Jumat, mandi di hari raya, mandi saat wukuf di Arafah saat pelaksanaan haji. Islam dan kebersihan tidak bisa dipisahkan karena ajaran Islam selalu menuntut pada kesucian dan kebersihan.

Dari sini dapatlah diketahui bahwa Islam selalu menuntut penganutnya untuk menjaga kebersihan dan kelestarian pergaulan kemasyarakatan. Bersih adalah pangkal sehat. Adagium inilah yang berkembang di tengah masyarakat kita. Dan tentu saja ini suatu pernyataan yang benar dan harus dilestarikan.

Islam sangat menekankan pada kebersihan dan kesucian, baik secara fisik maupun spiritual. Dalam Islam, kemurnian spiritual terkait dengan kebersihan dan kemurnian fisik. Lebih penting lagi, kebersihan diistilahkan sebagai dasar iman yang sangat diperlukan. Namun, sayangnya, kadang-kadang prinsip dasar dan kuat dari iman ini tidak tercermin dalam masyarakat kita secara praktis. Perenungan yang serius diperlukan pada praktik individu maupun kolektif kita untuk menjadikan prinsip Islam yang berharga ini sebagai bagian dari kehidupan kita.

Kenapa demikian?

Baca Juga Catatan Lain: Belajar di Rumah dan Berbagai Permasalahannya

Lihatlah bagaimana masyarakat kita belum sepenuhnya sadar terhadap masalah kebersihan lingkungan. Sampah-sampah masih dibuang secara sembarangan dan bukan pada tempatnya. Sungai-sungai masih dicemari dengan limbah-limbah atau sampah-sampah plastik.

Padahal di Islam, ada banyak ayat di dalam Al-Quran yang merefleksikan dan menerangkan betapa pentingnya kebersihan. Misalnya, Allah berfirman “… Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang selalu berpaling kepada-Nya dan Dia mencintai orang-orang yang menjaga dirinya suci dan bersih” (Al-Baqarah: 222).

Dalam Al-Quran menyembah dan mencari cinta Allah dikondisikan dengan kebersihan dan kemurnian seperti yang dikatakan Kitab Suci “… Di dalamnya (masjid) ada pria yang suka membersihkan dan menyucikan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang menjadikan dirinya bersih dan suci” (At-Taubah: 108). Lebih jauh, dalam salah satu Hadits Nabi Muhammad saw menyebut bahwa kebersihan adalah sebagai bagian dari iman.

Beberapa contoh Al-Quran dan sabda Nabi saw di atas mengungkapkan bahwa di dalam Islam, tanpa kebersihan tubuh dan lingkungan kita, seseorang tidak dapat menerima kedekatan dengan Allah secara spiritual dan yang terpenting, keimanan tidak dapat diselesaikan tanpa adanya kebersihan dan kesucian.

Nah, kembali lagi pada pandangan masyarakat kita sebagai umat Islam dan kita sangat prihatin terkait masalah kebersihan. Banyak yang dikatakan secara retoris dalam Islam dan tentang kebersihan di masyarakat kita tetapi secara praktis penerapannya tidak ada. Pengamatan cepat dapat mengungkapkan betapa tidak peka budaya yang kita kembangkan terkait kebersihan dan kebersihan.

Membuang sampah secara sembarangan di jalan atau taman sudah menjadi hal yang biasa di masyarakat kita. Di tempat umum jarang ditemukan tempat sampah. Meskipun tempat sampah dipasang, orang tidak menggunakannya dengan benar. Sebaliknya, mereka lebih suka membuang sampah sesuka hati mereka. Bahkan siswa sekolah Islam pun membuang sampah ke tanah dan lain-lain meski di depan mereka ada tempat sampah. Ini menunjukkan sikap kita terhadap kebersihan dan kebersihan. Islam tidak menyukai hal-hal seperti ini.

Kebiasaan lain yang lazim ditemukan di masyarakat kita adalah meludah sembarangan. Orang meludah dari kendaraan tanpa mempedulikan pengguna jalan yang lain. Praktik ini tidak hanya mempengaruhi lingkungan tetapi juga merusak pemandangan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi toilet umum yang memprihatinkan. Toilet yang memang ada kondisinya sangat menyedihkan sehingga tidak bisa digunakan. Masyarakat yang memakai toilet pun tidak peka. Mereka seperti berat tangan untuk membersihkan sisa-sisa najis yang mereka keluarkan. Ini tidak menunjukkan ciri-ciri seorang Islam dan taat yang selalu mengutamakan kebersihan.

Banyak lagi contoh lain yang bisa dirujuk untuk menunjukkan kondisi kebersihan. Oleh karena itu, diperlukan upaya sadar untuk mengatasi masalah ini. Ada kebutuhan yang sangat besar untuk mendidik dan membuat orang peka tentang pentingnya kebersihan dalam terang iman kita. Dalam hal ini institusi sosial seperti institusi pendidikan, media dan institusi keagamaan dapat memainkan peran yang vital.

Islam telah memberikan penekanan unik dan melihat betapa pentingnya kebersihan dengan menjadikannya bagian dari iman. Oleh karena itu, sangat perlu dilakukan upaya sadar dalam mendidik masyarakat tentang pentingnya kebersihan. Dalam hal ini, langkah-langkah serius diperlukan di berbagai tingkatan untuk menjadikan nilai berharga dari iman kita ini sebagai bagian dari kehidupan individu dan kolektif kita.

Apakah saat ini masyarakat telah kehilangan kewibawaannya dan kehormatannya di mana masalah kebersihan masih dianggap hal sepele? Maka tunggulah kehancuran yang akan diberikan oleh Tuhan Sang Pencipta. []

Tinggalkan Balasan