Escape From Pretoria (2020) – Keluarlah Sebelum Itu Menghancurkanmu

Review film Escape from Pretoria (2020)
Cover film Escape from Petoria (2020). Kredit cover: IMDB.com

Film Escape from Pretoria (2020) diambil berdasarkan kisah nyata tentang dua orang tahanan politik yang dipenjara karena keterlibatan mereka dalam politik apartheid di Afrika Selatan.

Film ini diperankan oleh Daniel Radcliffe (Tim Jenkin) dan Daniel Webber (Stephen Lee). Keduanya ditangkap oleh polisi karena tuduhan terorisme dengan menyebarkan selebaran yang menentang politik apartheid di Afrika Selatan. Apartheid yang diterapkan oleh kelompok kulit putih berusaha memegang hegemoni kekuasaan atas kelompok kulit hitam. Jenkin dan Lee adalah aktivis yang berusaha ingin menghapus sistem apartheid di negara mereka.

Saat aksi keduanya ingin menyebarkan selebaran provokatif dengan cara meledakkan sesuatu agar ratusan lembaran itu beterbangan, mereka berdua diciduk oleh polisi. Keduanya ditahan dan diadili dengan masa hukuman yang berbeda. Tim Jenkin dipenjara selama 12 tahun dan Stephen Lee selama 8 tahun. Penjara Pretoria adalah tempat yang cocok bagi para tahanan politik. Dan mereka ditempatkan bersama tahanan-tahanan kulit putih lainnya.

Penjara Pretoria memiliki sistema penjagaan yang ketat. Jangan coba-coba lari dari Pretoria karena tak seorang pun bisa keluar dari sana. Keamanan berlapis dan penjagaan yang ketat menciutkan hati para tahanan untuk meloloskan diri.

Tim Jenkin dan Stephen Lee bertemu dengan tahanan-tahanan lain yang mengalami nasib serupa. Para tahanan tahu siapa Jenkin dan Lee dan kiprah mereka dalam melawan apartheid. Saat Tim Jenkin berusaha mengutarakan niatnya untuk melarikan diri dari Pretoria, tak seorang pun yakin akan rencana konyolnya itu.

Sipir penjara yang menjaga di Pretoria sangat teliti dan beringas. Mereka tidak memberi ampun kepada para tahanan yang melakukan kesalahan. Peluang Jenkin untuk melarikan diri agak tipis. Tapi tidak ada yang tidak mungkin. Menghabiskan sisa hidup di penjara tentu tidak menyenangkan. Kau harus keluar sebelum penjara itu menghancurkanmu. Begitulah prinsip yang dipegangnya.

Baca Juga: Pertempuran Di Kampung Lembu

Tim Jenkin tak pernah lelap dalam tidurnya. Dia memutar otak untuk bisa keluar dari penjara. Satu-satunya jalan keluar dari penjara besi itu memang harus melewati pintu utama. Mau tidak mau Jenkin harus memiliki kunci untuk bisa keluar dari sana. Mencuri kunci dari sipir adalah hal yang paling tidak mungkin. Jadi membuat duplikasi kunci adalah pilihan yang baik.

Bagaimana harus membuat duplikasi kunci tersebut? Tim Jenkin dan Stephen Lee berdiskusi serius dengan tahanan lain dalam melihat peluang untuk membuat duplikasi kunci. Satu-satunya peluang baik untuk membuat duplikasi kunci adalah kunci dari kayu. Apakah mungkin? Jenkin berusaha meyakinkan tahanan lain bahwa itu mungkin saja.

Review film Escape from Pretoria (2020)
Dengan kunci inilah mereka berhasil melarikan diri dari Pretoria. Screenshoot film.

Maka Tim Jenkin mulai menggambar bentuk kunci dari hasil amatannya. Berhari-hari dia mencoba untuk menciptakan duplikasi kunci dari kayu. Pada percobaan pertamanya dia berhasil membuka kunci pintu di ruangannya. Masalah lain muncul. Pintu kedua memiliki pola yang berbeda dari pintu pertama. Jenkin harus melihat bagaimana bentuk kunci di pintu berikutnya.

Saat sarapan pagi, Jenkin menceritakan keberhasilannya dengan perasaan bahagia. Peluang untuk melarikan diri semakin terbuka. Beberapa tahanan lain juga sangat senang mendengarnya. Mereka pun membantu usaha Jenkin untuk melarikan diri dengan mengelabui para sipir, sementara Jenkin dan Lee mencuri pandang pada pola-pola kunci yang lain.

Baca Juga: Swallow (2019) – Doronglah Dirimu untuk Mencoba Hal-hal yang Baru

Akhirnya semua pintu dan jenis kunci telah dipelajari oleh Jenkin. Dia berhasil membuat duplikasi-duplikasi kunci dari kayu. Saat diujicoba rute-rute pelarian, hampir saja Jenkin dan Alex ketahuan oleh sipir penjaga. Dengan jantung berdebar-debar mereka bersembunyi di gudang penyimpanan sebelum penjaga itu menyadari keberadaan mereka.

Pada malam yang telah direncanakan, Jenkin, Lee, dan Alex melakukan aksi pelariannya. Satu per satu pintu berhasil dibukanya. Sampai pada pintu terakhir, mereka tampak tegang karena semua kunci yang dicobanya tidak bisa membuka pintu tersebut. Jika pintu terakhir ini terbuka, mereka sudah pasti akan lolos.

Saat-saat genting seperti itu, Alex menjebol paksa pintu itu karena dia tahu pintu itu agak rapuh dan sudah menua. Usaha itu berhasil juga dilakukan. Mereka sangat senang dapat menghirup udara bebas. Saat melangkah keluar, satu hal lagi yang harus diwaspadai. Penembak jitu yang siap menembak kapan saja. Mereka harus mengelabui penembak jitu itu jika tidak ingin mati di Pretoria.

Tim Jenkin, Stephen Lee, dan Alex berhasil mengecoh penembak jitu. Mereka keluar dari penjara Pretoria dan berbaur bersama masyarakat saat matahari mulai terbit. Kebebasan adalah milik mereka.

Untuk detil film silakan lihat di sini

Follow me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *