Corona di Indonesia, Antara Hoax dan Kenyataan

Corona di Indonesia

Virus Corona (COVID-19) telah menjadi pandemi global. Sampai detik ini, jumlah penderita Corona di Indonesia telah menyentuh angka ratusan. Meningkat tajam. Padahal beberapa minggu sebelumnya, pemerintah dengan angkuhnya telah menjamin bahwa Indonesia bebas dari Corona. Kesombongan itu menyebabkan pemerintah lemah dalam pengawasan terhadap Corona.

Kita tahu bahwa negara ini adalah negara besar dengan jumlah penduduk yang padat. Beberapa negara besar lainnya telah mewanti-wanti Indonesia agar serius dalam menghadapi wabah Corona. Tapi lagi-lagi pemerintah kita terlalu santuy dalam bersikap. Dan akhirnya ketika pasien 1, 2, dan 3 telah terdeteksi positif Corona – meskipun kelak ketiga pasien ini telah sembuh – ternyata Corona telah menginfeksi ratusan penduduk Indonesia di berbagai wilayah.

Pemerintah awalnya masih menuduh bahwa kasus Corona di Indonesia adalah imported case yang maksudnya kasus ini dialami oleh orang yang baru kembali dari luar negeri. Nyatanya ada juga pasien positif Corona berupa produk lokal, pasien yang terjangkit di dalam wilayah kita.

Haruskah kita panik? Ya, kita mesti panik karena lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan negara kita. Parahnya, Presiden Jokowi malah menawarkan jamu sebagai solusi. Jamu diyakini dapat membentuk ketahanan tubuh dari virus. Akibatnya jahe merah menjadi mahal dan mulai langka di pasaran.

Corona dan Hoax di Indonesia

Di tengah-tengah wabah Corona, masyarakat kita justru diteror oleh kabar hoax tentang Corona. Misalnya ada berita tentang obat herbal yang bisa menyembihkan virus Corona, atau minum air garam untuk menghilangkan virus yang nyangkut di tenggorokan, atau ada juga hoax tentang pesan mantan Menkes Nila Moeloek, dan lain-lain.

Hoax di Indonesia sangat parah. Ada saja masyarakat yang masih percaya tentang kabar angin tak jelas asal-usulnya. Namun syukurlah. Hoax Corona kali ini tak main-main pemerintah kita. Ada beberapa penyebar hoax yang telah ditangkap. Pemerintah pun menginformasikan berita-berita hoax di situs resmi mereka. Sila cek Hoaks Buster.

Di tengah wabah pandemi ini, ada saja orang yang memanfaatkan kelengahan orang lain. Untuk mengatasi hal ini, kita harus memiliki cerdas dalam menyaring informasi terkait Corona agar tidak timbul korban lebih banyak. Seperti adanya anjuran pemerintah untuk berdiam diri di rumah selama 14 hari.

Sejak tanggal 16 Maret 2020, pemerintah telah meliburkan sekolah-sekolah dan para pekerja. Mereka dianjurkan untuk belajar dan bekerja dari rumah. Anjuran ini justru disepelekan oleh sebagian masyarakat kita. Walaupun pemerintah tidak melakukan lockdown sebagaimana negara-negara lain, tapi jika anjuran ini dilaksanakan, ini juga tak ubahnya seperti lockdown. Jadi, tidak semua bidang kegiatan yang di-lockdown-kan. Sehingga tidak membuat perekonomian masyarakat kita menjadi lumpuh total.

Wabah Corona memang mengerikan sekali. Ia berhasil membuat negara-negara adidaya menjadi tak berdaya. China sebagai pusat merebaknya wabah ini pun bertekuk lutut. Tapi China berbeda dengan Indonesia. Ia sangat siap menghadapi wabah ini. China membangun fasilitas kesehatan khusus untuk memerangi Corona. Tidak tanggung-tanggung, ada sebuah rumah sakit khusus Corona di Wuhan dibangun hanya dalam waktu seminggu. Luar biasa sekali.

Saat ini, mereka telah berhasil mengalahkan Corona. Hal ini dibuktikan dengan berkurangnya masyarakat mereka yang terinfeksi virus ini. Saat China mendeklarasikan kemenangan mereka melawan Corona, sebaliknya negara-negara lain sedang tertatih-tatih dalam melawan Corona. Italia, Iran, dan Indonesia menyumbang korban yang lebih banyak. Parahnya, angka kematian Corona di Indonesia justru persentasenya dua kali lipat dibandingkan dengan angka kematian secara global.

Ini menjadi pelajaran bagi negara kita yang mulanya terlalu remeh dalam menghadapi wabah global ini. Masih terngiang bagaimana angkuhnya negara kita saat WHO dan negara lain memperingatkan negara kita. Pemerintah kita masih tak percaya bahwa Corona benar-benar telah singgah di sini.

Rumah sakit yang ditunjuk pemerintah untuk menghadapi Corona tampak belum siap menerima pasien terduga Corona. Alasannya karena tidak cukup alat dan perlengkapan lain. Kita tak bisa membayangkan bagaimana jika Indonesia seperti Wuhan? Apakah Indonesia mampu melawan virus ini?

Kalau demikian, marilah sama-sama kita berjuang untuk mengalahkan Corona ini. Kita berdoa pemerintah mampu menghadirkan alat-alat memadai dalam memindai virus ini dan dapat memberikan hasil yang cepat. Sedangkan kita sebagai masyarakat, mari kita mulai dari lingkungan kita. Menjaga diri dan keluarga dari persebaran virus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *