Naib fa'il

Contoh Naib Fa’il Dalam Kalimat Bahasa Arab

Naib fa’il atau yang menggantikan fa’il sering disebut juga dengan kata kerja pasif dalam bahasa Indonesia. Fi’il kalau dari segi pelakunya dibagi menjadi dua, yaitu fi’il mabni lil ma’lum (معلوم) dan fi’il mabni lil majhul (مجهول), artinya ada disebut pelaku atau tidak disebut pelaku. Fi’il lil ma’lum bisa dikatakan sebagai kalimat aktif, dan fi’il mabni lil majhul bisa disebut sebagai kalimat pasif.

Inilah beberapa contoh secara umum dari naib fa’il:

وُلِدَ خَالِدٌ قَبْلَ الْإِسْلَامِ
Khalid dilahirkan sebelum Islam
فُتِحَتْ مَكَّةَ السَّنَةَ الْعَاشِرَةَ
Makkah ditakluki pada tahun kesepuluh
خُلِقَ الْإِنْسَانُ هَلُوْعَا
Manusia diciptakan berkeluh kesah
عُوْقِبَ الْمُجْرِمُ عَلَى سُوْءِ عَمَلِهِ
Pelaku kriminal dihukum karena kejahatannya
كُتِبَ الدَّرْسُ عَلَى السَّبُّوْرَةِ
Ditulis pelajaran di papan tulis
قُرِأَ الْقُرْآنَ فِى الْجَامِعِ
Dibaca Al-Quran di masjid

Ketentuan-ketentuannya

Ada beberapa ketentuan naib fa’il yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Kalimat pasif dalam bahasa Arab tidak boleh disebut pelakunya
  2. Cara membuat fi’il madhi dalam kalimat pasih adalah dengan memberi dhammah huruf awal dan memberi kasrah sebelum huruf akhir
  3. Sedangkan cara menulis fi’il mudhari’ majhul adalah dengan memberi dhammah huruf awalnya dan memberi fathah pada huruf sebelum huruf terakhir

Selanjutnya perhatikanlah contoh-contoh kalimat yang mengandung naib fa’il berikut ini pada fi’il madhi dan fi’il mudhari’:

فعل مضارعفعل ماضي
يُقْرَأُ الْقُرْآنَقُرِئَ الْقُرْآنَ
يُكْتَبُ الدَّرْسُكُتِبَ الدَّرْسُ
يُعَلَّمُ الْوَلَدُعُلِّمَ الْوَلَدُ
يُدَرَّبُ الْوَلَدُدُرِّبَ الْوَلَدُ
يُعَلَّمْتُعُلِّمْتُ
تُدَرَّبِيْنَدُرِّبْتِ
نُدَرَّبُدُرِّبْنَا

Selanjutnya adalah bagaimana cara mengubah suatu kalimat dari fi’il ma’lum (kata kerja aktif) menjadi fi’il majhul (kata kerja pasif) adalah:

  1. Buanglah fa’il pada kalimat aktif
  2. Perhatikanlah muzakkar maupun muannats antara fi’il dengan naib fa’ilnya
مجهولمعلوم
كُتِبَ الدَّرْسَكَتَبَ الْمُدَرِّسُ الدَّرْسَ
قُرِئَتِ الْجَرِيْدَةَقَرَأَ أَبِي الْجَرِيْدَةَ
طُبِخَ الْمَرَقَطَبَخَتْ أُمِّي الْمَرَقَ

Bentuk-bentuk naib fa’il

Ada beberapa bentuk tambahan dari naib fa’il, yaitu sebagai berikut:

  1. Isim zahir, contohnya بُنْيَ الْقَصَرُ
  2. Dhamir muttasil, contohnya أُرْسَلُوْا اِلَى الْقَاهِرَة
  3. Dhamir munfashi, contohnya مَا يُسْتَثْنَى إِلَّا هُوَ
  4. Dhamir mustatir, contohnya لَنْ تُهْزَمَ بِسُهُوْلَةِ
  5. Mashdar muawwal, contohnya يُفْضَلُ نَجَاحُكُمْ
  6. Syibhah jumlah dari jar dan majrur, contohnya يُنْقَشُ عَلَى الْحَجَرِ
  7. Syibhah jumlah zarfiah, contohnya يُدْرَسُ عِنْدَنَا

Demikianlah pembahasan singkat tentang naib fa’il disertai dengan contoh-contoh kalimatnya. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan