Siswa membawa hp ke sekolah

Bolehkah Siswa Membawa HP Ke Sekolah?

Sebuah pertanyaan sederhana tentang bolehkah siswa membawa hp ke sekolah ternyata memiliki dua jawaban, boleh dan tidak. Dua jawaban ini membentuk kelompok pro maupun kelompok kontra.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi dan informasi telah membawa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satu dampak besar yang mempengaruhi keseharian kita adalah hp. Telpon genggam atau hp seakan menjadi kebutuhan “primer” bagi manusia. Sadarkah kita bahwa hari-hari kita selalu diawali dengan melihat hp dan kita akhiri hari itu juga dengan melirik layar hp?

HP tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, anak-anak atau para siswa juga tidak terlepas dari hp. Mereka lebih banyak memanfaatkan hp untuk bermain game online dan berusaha eksis di sosial media. Tentu hal ini tidak salah. Tapi harus diikuti dengan tangkas berinternet, artinya para siswa harus cerdas dalam mengambil keputusan saat berselancar di dunia maya.

Pro Kontra Siswa Membawa HP

Beberapa kalangan masih selisih pendapat terkait boleh tidaknya siswa membawa hp ke sekolah. Pro dan kontra terhadap masalah ini diikuti dengan alasan-alasan yang masuk akal.

Kelompok pro beralasan:

  1. Siswa dapat memanfaatkan hp sebagai media belajar dan pembelajaran di dalam kelas
  2. Siswa dapat menghubungi orang tua mereka jika diperlukan, misalnya ketika siswa perlu dijemput di sekolah atau sakit saat sedang mengikuti pelajaran
  3. Siswa dapat berinteraksi secara luas dengan teman-teman lain untuk saling berdiskusi tentang pelajaran, kehidupan sekolah, maupun kehidupan sehari-hari
  4. Siswa dapat memperoleh informasi dengan cepat
  5. Siswa dapat menemukan referensi terkait pembelajaran

Kelompok kontra beralasan:

  1. Siswa tidak fokus dalam pelajaran mereka di dalam kelas
  2. Siswa dapat dengan mudah mengakses konten-konten negatif
  3. Siswa terjebak dalam proses belajar instan tanpa melewati sebuah proses belajar yang baik
  4. Siswa yang terlalu eksis di media sosial, cenderung melakukan pembaharuan terhadap status aktifitas mereka. Bisa saja secara spontan mereka mengeluh tentang keadaan sekolah atau menggunjing guru yang tidak mereka senangi.

Sikap Sekolah

Mengenai siswa yang membawa hp disikapi dengan beragam oleh pihak sekolah. Ada sekolah yang membuat peraturan tegas bahwa setiap siswa diharamkan untuk membawa hp. Namun ada juga sekolah yang tidak melarang keras siswa untuk membawa hp ke sekolah. Dengan catatan: mereka tidak dibenarkan bermain hp selama proses belajar berlangsung. Dan ada juga sekolah yang tidak mau tahu terhadap kondisi siswa-siswanya.

Baca juga: Ingin Jadi Blogger, Tapi Bingung Mau Nulis Apa

Tapi secara garis besar, siswa dengan tegas dilarang untuk membawa hp selama mereka berada di dalam kelas. Apalagi jika guru sedang berada di sana.

Siswa-siswa cenderung menggunakan hp untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pelajaran mereka. Misalnya mereka terlalu sibuk dengan akun-akun media sosial mereka. Mereka ingin mendapatkan pengakuan dari teman-teman mereka terhadap status media sosial mereka. Adapun media sosial yang sering digunakan oleh siswa-siswa seperti Facebook dan Instagram.

Berbeda dengan siswa laki-laki, mereka duduk berkelompok untuk bermain game online secara bersama-sama. Game yang sedang trend di kalangan mereka adalah game bergenre MOBA, seperti Mobile Legends Bang Bang atau PUBG. Itu fenomena yang sering ditemukan ketika jam istirahat sekolah berlangsung ketika siswa membawa hp.

Jika pun siswa tersebut memang terpaksa harus membawa hp karena alasan penting, seperti perlu menghubungi orang tua saat pulang sekolah atau alasan-alasan lainnya, maka hp tersebut harus diserahkan kepada wali kelas. Selama proses belajar, hp tidak diizinkan digunakan oleh siswa. Ketika pulang sekolah, hp tersebut diserahkan kembali kepada siswa bersangkutan.

Marilah kita mengajak siswa-siswa atau anak-anak kita bijak dalam menggunakan hp. Dan itu dimulai dari diri kita sendiri. []

Tinggalkan Balasan