Ilustrasi karya-karya Ibnu Sina

Biografi Singkat dan Karya-karya Ibnu Sina

Ibnu Sina atau Avicenna adalah ilmuwan Muslim yang sempat mencengangkan Eropa di era tahun 980 – 1037 yang merupakan masa-masa kehidupannya.

Sebagai seorang ilmuwan yang menguasai kedokteran, beliau juga dikenal sebagai seorang filsuf. Beliau termasuk salah seorang filsuf yang paling signifikan dalam tradisi Islam dan temasuk seorang filsuf yang berpengaruh di era pra modern.

Ibnu Sina lahir Asia Tengah, tepatnya di wilayah Afshana dekat wilayah Bukhara pada sekitar tahun 980 M. Di dunia barat, karyanya yang sangat terkenal di bidang kedokteran berjudul Al-Qanun fit Thibbi dijadikan sebagai buku teks wajib yang diajarkan kepada mahasiswa kedokteran di masa itu. Di bidang filsafat juga tak kalah pentingnya karya-karya beliau yang konon sangat mempengaruhi pemikiran Thomas Aquinas (1225-1274).

Khusus di bidang filsafat, ia lebih fokus kepada metafisika yang peduli kepada pemahaman keberadaan diri di dunia yang berkaitan dengan kontingensi (suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian). Filsafatnya lebih kepada upaya untuk membangun sistem koheren dan komprehensif yang sesuai dengan urgensi keislaman.

Baca Juga: Biografi Singkat Para Perawi Hadits

Di samping kedokteran dan filsafat, Avicenna juga berkontribusi dalam bidang ilmu alam, matematika, dan teori musik. Begitu juga beberapa tulisannya tentang kesusastraan.

Biografi Singkat Ibnu Sina

Sebagaimana ditulis di atas, Ibnu Sina dilahirkan di Afshana sekitar tahun 980 M. Ayahnya adalah seorang gubernur Samanid yang merupakan bangsa Ismaili.

Avicenna mempelajari mazhab Hanafi kepada Ismail Zahid. Di samping itu beliau juga mempelajari ilmu lainnya kepada beberapa guru, termasuk di dalamnya kedokteran. Karena dia merupakan anak seorang gubernur, maka sangatlah mudah baginya untuk mendatangkan guru-guru yang akan mengajarkannya.

Beliau termasuk orang yang cerdas dan terbukti pada umur 18 tahun telah menguasai beberapa disiplin ilmu. Saat itu pula beliau bekerja di istana Samanid sepeninggal ayahnya di masa pemerintahan Nuh ibnu Mansur. Di sana beliau dijadikan sebagai dokter istana. Di samping itu beliau juga mendapat jabatan administratif.

Ibnu Sina dan Karya-karyanya

Ada beberapa karya Ibnu Sina dalam beberapa disiplin ilmu yang berhasil ditulisnya, antara lain:

  1. Maqala fi an-nafs, yang merupakan sebuah risalah pendek tentang filsafat yang didedikasikan untuk penguasa Samanid. Risalah ini berisi tentang inkorporealitas jiwa rasional atau intelek.
  2. Al-hikma al-‘arudiya, yang ditulis untuk seorang sarjana lokal. Di sini tampak bahwa Avicenna mendapat pengaruh dari filsafat Aristoteles.
  3. Asy-syifa, sebuah ensiklopedi filsafat yang mencakup ilmu alam, logika, matematika, metafisika, dan teologi.
  4. Danishnama yi ‘ala’i, ditulis dalam bahasa Persia yang artinya Kitab Pengetahuan untuk ‘Ala Ad-Daula. Sebagaimana judulnya, kitab ini memang khusus ditulis untuk sang penguasa masa itu, Pangeran Buyid ‘Ala Ad-Daula. Kitab ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami termasuk kaum awam.
  5. An-najat, sebuah kitab pengetahuan dasar yang berdasarkan karya Al-Ghazali, Maqasid al-falasifa.
  6. Al-isharat wat tanbihat, sebuah kitab tentang penunjuk dan pengingat yang membahas tentang logika dan metafisika.
  7. Al-insaf, sebuah karya filsafat yang agak radikal.
  8. Al-hikma al-masyriqia, sebuah kitab filsafat yang memicu perdebatan.

Namun, di antara karya-karya tersebut, karya Ibnu Sina yang paling banyak diperbincangkan adalah Qanun fi thibb, yang berisi tentang aturan-aturan tentang pengobatan.

Ibnu Sina tidak hanya dikenal sebagai seorang dokter, melainkan dia juga dikenal sebagai seorang filsuf. Meskipun ora

Tinggalkan Balasan