Beberapa Riwayat Tentang Keutamaan Bulan Ramadhan

Seorang anak membaca Al-Quran di bulan Ramadhan untuk mendapatkan keutamaan bulan Ramadhan.
Seorang anak membaca Al-Quran di bulan Ramadhan untuk mendapatkan keutamaan bulan Ramadhan. Gambar dari Pexels.com.

Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan paling spesial dalam penanggalan Hijriyah. Banyak sekali keutamaan-keutamaan yang diperoleh jika diamalkan dengan benar. Di bulan ini umat Islam diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Selain itu, Al-Quran juga diturunkan di dalam bulan Ramadhan. Dan di bulan ini juga terdapat malam Lailatul Qadar, yaitu sebuah malam yang sangat dimuliakan dan penuh misteri ilahiah.

Di dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 185, Allah berfirman yang artinya: “Pada bulan Ramadhan telah diturunkan Kitab Suci Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan dari petunjuk dan yang memisahkan (antara yang hak dan yang bathil).”

Berikut ini beberapa riwayat tentang keutamaan yang diperoleh dalam bulan Ramadhan mulia.

Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan

Dalam sebuah riwayat disebutkan dari Abu Hurairah ra. bahwasanya dia berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Celaka bagi seseorang, apabila namaku disebutkan di sisinya sedang dia tidak mau membaca shalawat untukku, celaka bagi seseorang yang masih mempunyai dua orang tua atau salah satu dari keduanya, sedang dia belum pernah melaksanakan hak mereka suatu amal yang menjamin masuknya dalam surga, dan celaka bagi seseorang yang menjumpai bulan puasa, sampai dengan selesainya bulan puasa dia belum diampuni.” Karena sesungguhnya bulan Ramadhan itu bulan rahma (kasih sayang) dan bulan ampunan dari Allah, maka bilamana belum diampuni di bulan Ramadhan, tertipulah dia.

Riwayat lainnya menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Apabila permulaan malam bulan Ramadhan, maka Allah berfirman: “Barangsiapa cinta kepada-Ku, maka Aku pun cinta kepadanya. Barangsiapa mencari Aku, maka Aku pun mencarinya. Dan barangsiapa minta ampun kepada-Ku, maka Aku pun mengampuninya, sebab mulianya bulan Ramadhan. Maka Allah memerintahkan kepada Malaikat Kiraaman Kaatibin agar supaya di bulan Ramadhan mereka hanya mencatat segala kebaikan mereka dan tidak mencatat perlakuan jelek mereka, dan Allah menghapus dosa-dosa mereka yang telah berlalu.

Bulan Diturunkannya Kitab-Kitab Allah

Pernah diriwayatkan bahwa shuhuf atau lembaran-lembaran Nabi Ibrahim AS diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan. Kitab Taurat diturunkan pada malam keenam bulan Ramadhan, 700 tahun setelah turunnya shuhuf Nabi Ibrahim AS. Kitab Zabur turun pada malam ke-12 bulan Ramadhan, 500 tahun setelah turunnya Taurat. Kitab Injil pada malam ke-18 bulan Ramadhan, 1200 tahun setelah diturunkan Zabur. Dan Al-Furqan atau Al-Quran diturunkan pada malam ke-17 bulan Ramadhan, 620 tahun setelah diturunkannya Injil.

Baca Juga: Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi

Bulan Penuh Kebaikan

Dari Ibnu Abbas ra., dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Kalau sekiranya umatku mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar supaya tahun semuanya itu menjadi Ramadhan.” Karena semua kebaikan berkumpul di bulan Ramadhan, ketaatan bisa diterima, semua doa dikabulkan, semua dosa diampuni dan surga rindu kepada mereka.

Dalam sebuah riwayat lain dikatakan, “Surga itu merindukan empat golongan manusia, yaitu mereka yang membaca Al-Quran, yang menjaga lisannya, yang mau memberi makan orang yang kelaparan, dan mereka yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Baca Juga: Tradisi Meugang Di Aceh Antara Si Miskin Dan Si Kaya

Bulan Penuh Keberkahan

Dari Umar bin Khattab ra., dari Nabi Muhammad SAW, bahwa beliau bersabda: “Apabila salah seorang dari kamu terbangun dari tidurnya di bulan Ramadhan, dan bergerak di atas tempat tidurnya, serta bergelimpangan dari samping ke samping, maka berkatalah malaikat kepadanya: “Bangunlah! Semoga Allah memberkahi engkau dan kasih sayang kepada engkau. Apabila dia berdiri dengan niat akan mengerjakan shalat, maka tempat tidurnya berdoa sert mengatakan: “Ya Allah, berikanlah kepadanya balai-balai tempat tidur yang tinggi.” Apabila dia memakai pakaian, maka pakaiannya berdoa serta mengatakan: “Ya Allah, berikanlah dia pakaian dan perhiasan dari surga.” Apabila dia mengenakan sandal, maka sandal pun berdoa serta mengatakan: “Ya Allah, kukuhkanlah dua kakinya di atas jembatan shiratal mustaqim.” Apabila dia memegang gayung, maka gayung pun berdoa seraya mengatakan: “Ya Allah, berilah dia gelas-gelas dari surga.” Apabila dia mengambil air wudhu, maka air pun berdoa seraya mengatakan: “Ya Allah, sucikanlah dia dari segala dosa dan salah.” Apabila dia mengerjakan shalat, maka rumah pun berdoa seraya mengatakan: “Ya Allah, luaskanlah kuburnya, terangkanlah liangnya, dan tambahlah rahmatnya.” Pada saat itu, Allah pun melihat kepadanya dengan kasih sayang-Nya seraya berfirman: “Hai, hamba-Ku, engkau berdoa dan Aku mengabulkan, engkau meminta dan Aku memberi, dan engkau minta ampun, Aku pun mengampuni.

Bulan Penuh Pahala

Dalam sebuah riwayat disebutkan: “Barangsiapa mendatangi majelis ilmu/pengajian di bulan Ramadhan maka Allah mencatat tiap-tiap langkahnya sebagai ibadah satu tahun, dan dia akan bersamaku di bawah panji-panji ‘Arsy, barang siapa melanggengkan shalat berjamaah di bulan Ramadhan, maka tiap-tiap rakaatnya akan diberi satu kota yang penuh dengan nikmat Allah. Barang siapa berbuat baik kepada kedua orangtuanya di bulan Ramadhan, maka akan memperoleh perhatian Allah dengan kasih sayang. Dan seorang perempuan yang mencari keridhaan suaminya di bulan Ramadhan, maka baginya pahala sebagaimana pahala Maryam dan Aisyah. Dan barang siapa yang menolong keperluan saudaranya umat Muslim di bulan Ramadhan, maka Allah akan menolong seribu keperluannya di hari kiamat.”

Baca Juga: Keutamaan dan Khasiat Membaca Surat Yasin

Bulan Diikatnya Setan dan Jin

Sebuah riwayat mengisahkan: “Apabila permulaan bulan Ramadhan, maka diikatlah semua setan dan jin yang durhaka, ditutuplah pintu neraka, tidak sebuah pintu pun yang dibuka. Lalu dibukalah pintu surga, tidak sebuah pintu pun yang ditutup. Dan pada tiap-tiap malam bulan Ramadhan, Allah berfirman tiga kali: “Apa ada orang yang minta? Maka akan Aku beri permintaanya. Apa ada orang yang taubat? Maka akan Aku beri taubat kepadanya. Apa ada orang yang minta ampun? Maka akan Aku beri ampunan.” Pada tiap-tiap hari di bulan Ramadhan, Allah membebaskan sejuta budak dari neraka yang seharusnya menerima siksa, apabila di hari Jumat maka tiap-tiap saat Allah membebaskan sejuta budak dari neraka. Dan apabila hari akhir bulan Ramadhan, maka Allah membebaskan budak sebanyak bilangan budak yang dibebaskan sejak pertama bulan Ramadhan.”

Demikianlah beberapa riwayat tentang keutamaan bulan Ramadhan yang dikutip dari Durratun Nasihin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *