Al-Khwarizmi, Matematikawan yang Dihormati Oleh Dunia

Al-Khwarizmi, Matematikawan yang Dihormati Oleh Dunia

Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi dilahirkan di Khwarizmi yang terletak di bawah dataran Amu Darya, sekitar tahun 780 M. Sekarang daerah itu disebut dengan Khiva, Uzbekistan. Beliau dikenal sebagai seorang matematikawan yang juga ahli dalam bidang astronomi, astrologi, dan geografi.

Sebagai seorang ilmuwan, al-Khwarizmi menduduki posisi penting di Darul Hukama yang didirikan oleh Ma’mun, Khalifah Abbasiyah yang terkenal itu. Dia mendapat kepercayaan dari Khalifah dan bergabung bersama pakar astronomi yang langsung dipimpin dan dilindungi oleh Khalifah.

Al-Khwarizmi memang lebih dikenal sebagai seorang matematikawan. Karya matematikanya menjadi sumber ilmu pengetahuan dan menjadi bahan pembicaraan untuk masa yang cukup lama. Khwarizmi mampu mensistematiskan matematika Yunani dan Hindu. Buku ilmu hitungnya yang berjudul Kitab ul Jama wa Tafriq yang diterjemahkan ke dalam bahasa latin dengan judul Frattati d’Arithmatica yang dicetak tahun 1157 masih bisa dijumpai di Roma.

Al-Khwarizmi adalah orang pertama yang mampu menjelaskan kegunaan angka-angka, termasuk angka nol. Berkat al-Khwarizmi, Eropa belajar menggunakan angka nol atau nihil, yang pemakaiannya memudahkan penerapan berhitung dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu bukunya yang berjudul Hisab al-jabr wal-Muqaballa telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12. Karya al-Khwarizmi ini telah digunakan hingga abad ke-16 sebagai salah satu buku teks wajib matematika di universitas-universitas Eropa. Karya-karya al-Khwarizmi juga berjasa dalam memperkenalkan angka-angka Arab yang disebut “Alegorisme” ke dunia Barat. Karya-karyanya telah mempengaruhi para matematikawan termasyhur, seperti Umar Kayam, Leonardo Fibonacci, dan Jacob Florence.

Baca Juga: Ibnu Battuta, Penjelajah Muslim dan Penulis Kisah Perjalanan

Lebih lanjut dalam Hisab al-jabr wal-Muqaballa yang dianggap sebagai buku berharga berisi uraian dan penjelasan tentang persamaan linear dan kuadrat. Al-Khwarizmi dapat dianggap sebagai seorang penemu aljabar. Melalui pemikiran beliaulah aljabar mencapai masa keemasannya.

Bukunya juga memuat kalkulasi integrasi dan persamaan yang diajukan melalui lebih dari 800 contoh. Dia juga memperkenalkan tanda-tanda negatif, yang sebelumnya tidak dikenal di Arab, disertai penjelasan dengan enam contoh yang berbeda.

Sumbangan al-Khwarizmi juga meliputi ilmu ukur sudut. Tabel ilmu ukur sudutnya yang berhubungan dengan fungsi sinus dan garis singgung diterjemahkan juga ke dalam bahasa Latin pada tahun 1126 oleh Adelard dari Bath.

Tidak hanya sebagai matematikawan, al-Khwarizmi juga menonjol dalam bidang astronomi. Khalifah Ma’mun memahami derajat meridian yang diukur Khwarizmi di Daratan Sanjar, di utara Eupharates. Para ahli astronomi Khalifah Ma’mun menggunakan metode yang lebih baik daripada metode Yunani.

Musa al-Khwarizmi menulis dua buku astrolabel, yaitu Kitab al-Amal bin Asturlab dan Kitab Amal al-Asturlab. Buku yang pertama tentang cara penggunaan astrolabel, dan buku yang kedua berhubungan dengan seni membuat astrolabel.

Karya lain yang tidak boleh dilupakan adalah Liber Ysagogarum Alchorism berisi tentang pandangannya terhadap musik. Kitab Surat al-Ardh adalah buku tentang bentuk bumi dan menjadi dasar ilmu bumi di Arab. Dan Kitab al-Tarikh sebuah buku sejarah yang berisi kisah perjalanan kembalinya Khalifah Ma’mun ke Baghdad.

Muhammad ibn Musa wafat sekitar tahun 850 M dan dimakamkan di Baghdad. Karya-karyanya abadi dan masih terngiang sampai sekarang. Berkat penemuannya dalam bidang aljabar, matematika tampak begitu sempurna dan anggun. []

Tinggalkan Balasan