Agatha Christie dan Kutukan Ishtar

Agatha Christie and the Curse of Ishtar

Saya belum pernah membaca karya-karya Agatha Christie. Justru saya menemukan Agatha Christie dalam film produksi 2019 yang terjebak dalam kutukan Ishtar.

Ishtar bukan sebuah benda. Ia adalah seorang dewi cinta dan hubungan seksual yang diyakini sebagai wujud Venus oleh masyarakat Babilonia. Dalam Agatha and the Curse of Ishtar (2019), awalnya saya menduga bahwa ini adalah cuplikan kisah nyata yang dialami oleh Agatha Christie selama hidupnya. Sebagai seorang penulis cerita-cerita misteri dan kriminal, Agatha Christie tampak senang berpetualang.

Dugaan saya salah. Ini hanyalah kisah fiktif hasil imajinasi Tom Dalton (penulis skenario) dan Sam Yates (sutradara). Agatha Christie yang diperankan oleh Lyndsey Marshal berhasil mengecoh saya seakan-akan ini adalah kisah nyata yang dialami oleh Agatha.

Dikisahkan dalam film ini bahwa Agatha sedang mengalami prahara rumah tangga. Ia telah bercerai karena sang suami ketahuan selingkuh dengan perempuan yang lebih muda darinya. Untuk mengobati luka hatinya, Agatha memilih untuk pergi ke Baghdad. Ia akan bergabung bersama rombongan arkeologi Inggris yang sedang melakukan penggalian benda purbakala peninggalan Babilonia.

Kedatangan Agatha bertepatan dengan tewasnya seorang arkeolog yang diduga mati keracunan karena gigitan ular. Tapi Max Mallowan (Jonah Hauer-King), rekan sang arkeolog yang mati itu tidak percaya begitu saja. Akibatnya Max menjadi korban kekerasan oleh orang yang misterius. Sebutir peluru mengenai dahinya. Tapi beruntung, nyawanya terselamatkan berkat pertolongan Agatha yang muncul secara tiba-tiba di lokasi penggalian itu.

Max Mallowan adalah seorang arkeolog muda berusia 24 tahun dan belum menikah. Ia tampak lugu dan bersahaja. Ketika dia sadar dari “kematiannya”, ia melihat Agatha yang telah menyelamatkannya. Agatha ingin melanjutkan perjalanannya. Namun Max meminta bantuannya untuk mengembalikan dirinya ke lokasi penggalian. Awalnya Agatha menolak karena itu tidak mungkin dilakukan dan bisa membahayakan nyawa Max.

Setelah debat panjang, Agatha dan Max akhirnya menuju ke tempat yang sama, yaitu Leonard (Jack Deam). Ini adalah alasan Agatha untuk berkunjung ke Baghdad, dan Max kerap tinggal bersama Leonard dan bekerja bersamanya.

Baca Juga: Torpedo U-235 – Menyelam Lebih Dalam untuk Bertahan

Beberapa kasus aneh terjadi selama Agatha berada di sana. Kematian monyet kesayangan Lucy (Bronagh Waugh) yang tidak wajar menambah kecurigaan Agatha bahwa ada yang tidak beres sedang terjadi di sana. Dugaannya tepat sekali. Setelah diautopsi, monyet itu mati keracunan baru kemudian dijerat lehernya serupa pendosa yang dihukum gantung.

Dalam kisah ini terjadi gejolak asmara yang bersemi antara Max dan Agatha. Gejolak ini diyakini karena adanya kutukan dari Dewi Ishtar. Terlepas dari itu, kedua insan ini kerap berduaan dan menyimpan perasaan suka sama suka. Dan terjadilah apa yang akan kita duga kemudian. Mereka pun terjebak dalam hubungan asmara kilat. Agatha mungkin ingin melampiaskan dendamnya kepada sang suami. Tapi Max, entah bagaimana sangat menyukai perempuan yang lebih tua beberapa tahun darinya itu.

Hubungan itu tak berlangsung lama. Profesionalitas Agatha sebagai seorang penulis membuatnya sadar bahwa Max hanyalah persinggahan hatinya semata. Lebih lanjut, Max banyak membantu dirinya untuk memecahkan misteri yang semakin rumit itu. Apalagi Lucy ditemukan mati secara mengerikan. Kematian Lucy membuat Agatha yakin bahwa pelaku dari kejahatan itu adalah orang-orang terdekat mereka.

Sebagaimana film-film bergenre misteri, dugaan yang kita kumpulkan sejak awal bisa saja salah di akhir kesimpulan. Kita diajak untuk mereka-reka siapa dalang di balik kasus-kasus itu. Satu per satu dugaan kita mulai muncul dan orang yang semula tidak kita sangka-sangka sebagai pelaku utama, malah dia yang menjadi tersangka utamanya.

Begitulah yang terjadi dalam Agatha and the Curse of Ishtar ini. Jika saya menceritakan siapa pelaku utamanya, tentu film ini tidak menarik lagi untuk ditonton. Jadi, silakan Anda tonton sampai tuntas film ini sendirian. Hehehe.

Follow me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *