5 Hal Yang Perlu Dilakukan Agar Pahala Sedekah Tetap Mengalir

Ilustrasi sedekah
Dalam bersedekah dianjurkan untuk tidak terlalu riya. Jika ingin menampakkan sedekah atau mempostingnya di media sosial sah-sah saja, tapi perlu diingat bahwa sedekah itu jangan sampai menyakiti perasaan si penerima sedekah. Adakalanya si penerima sedekah kadang-kadang tidak ingin diekspos di media massa atau media sosial. Foto dari Freepik.com.

Kita pasti sering bersedakah atau berderma. Tapi tahukah Anda bahwa pahala sedekah harus tetap terjaga agar pahala tersebut sampai ke sisi Allah? Nah, agar sedekah atau sumbangan atau derma kita diridha oleh Allah, maka coba lakukan 5 hal berikut ini:

1. Merahasiakan Sedekah Lebih Baik

Allah berfirman yang artinya: “Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikan sedekahmu yang kamu berikan kepada fakir miskin, maka itu lebih baik lagi bagimu. Dan Allah akan menghapuskan sebagian kesalahan-kesalahanmu. Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Surat Al-Baqarah ayat 271)

Orang-orang terdahulu lebih suka menyembunyikan sedekah atau sumbangan mereka dari masyarakat umum. Ada bermacam cara yang dilakukan oleh orang terdahulu untuk menyalurkan sedekahnya, misalnya memberi sumbangan kepada fakir miskin yang buta sehingga si penerima tidak bisa melihat orang yang memberi sedekah kepadanya. Ada juga yang sengaja mengikatkan sumbangan pada kain si fakir sementara si fakir tidak tahu siapa yang memberinya sedekah. Begitu juga ada yang meletakkannya di jalan yang sering dilalui oleh si fakir. Menyembunyikan sedekah di mata khalayak umum sangat disukai oleh orang-orang terdahulu.

2. Jangan Terlalu Riya

Dalam bersedekah juga dianjurkan untuk tidak terlalu riya. Jika ingin menampakkan sedekah atau mempostingnya di media sosial sah-sah saja, tapi perlu diingat bahwa jangan sampai menyakiti perasaan si penerima sedekah. Adakalanya si penerima sedekah kadang-kadang tidak ingin diekspos di media massa atau media sosial. Barangkali karena nasibnya yang miskin atau tidak berdaya sehingga perlu menerima uluran tangan dari orang lain.

Allah telah berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), karena hal ini seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu terkena hujan deras, sehingga batu itu menjadi bersih berkilau. Mereka tidak menghasilkan apa pun yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (Surat Al-Baqarah ayat 264)

Baca Juga: Kewajiban Belajar dan Menuntut Ilmu

3. Sedekah dengan Harta yang Baik

Dalam hal ini Allah telah berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah maha mengetahui.” (Surat Ali Imran ayat 92)

Rasulullah pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah itu baik, maka Allah tidak akan menerima kecuali yang baik.”

Harta yang baik di sini maksudnya adalah harta yang halal, bukan harta yang berasal dari usaha-usaha yang haram, misalnya korupsi, mencuri, merampok, dan lain-lain.

Sufyan Ats-Tsaury pernah berkata: “Barang siapa yang mendermakan sesuatu yang haram, maka dia seperti orang yang mencuci pakaian dengan air kencing. Kain tidak akan menjadi suci kecuali dicuci dengan air yang suci. Dosa tidak akan suci kecuali dengan sesuatu yang halal.”

4. Sedekah dengan Perasaan Gembira

Memberikan sedekah juga harus dilakukan dengan perasaan senang dan gembira. Wajah harus berseri-seri dan menghilangkan perasaan sedih. Nabi bersabda: “Satu dirham mendahului seratus ribu dirham.” Maksudnya adalah satu dirham sedekah halal yang diberikan dengan perasaan senang lebih utama dari pada seratus ribu dirham yang diberikan dengan acuh tak acuh.

Allah berfirman: “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakitinya, mereka akan memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (Surat Al-Baqarah ayat 262)

5. Tepat Sasaran

Allah berfirman: “Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat) itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus zakat, para muallaf, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang memiliki hutang, untuk jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana.” (Surat At-Taubah ayat 60)

Bersedakah itu harus tepat sasaran dan jelas penerimanya. Janganlah memberikan sumbangan kepada orang-orang kaya atau mampu atau di luar ketetapan Allah.

Nah demikianlah cara agar pahala berderma kita tetap terjaga dan pahalanya akan terus mengalir sampai hari kiamat. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang tetap terjaga hatinya untuk berderma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *